Nepenthe || Halilintar B. & Taufan B.

Nepenthe || Halilintar B. & Taufan B.

  • WpView
    Reads 101
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Thu, Feb 12, 2026
Setelah kepergian Gempa, adik bungsu yang selalu menjadi pusat hangat keluarga mereka, dunia Halilintar dan Taufan seakan berhenti berputar. Rumah terasa terlalu sunyi, udara terlalu dingin, dan hari-hari berjalan tanpa warna. Sebagai saudara kembar, mereka berbagi wajah yang sama-namun berduka dengan cara yang berbeda. Halilintar memilih membeku dalam diam, sementara Taufan perlahan runtuh dalam kesepian. Saat segalanya terasa putih dan membeku, Taufan hadir-atau mungkin Halilintar yang datang lebih dulu-menyentuh retakan yang tak terlihat dan menyembuhkan tanpa banyak kata. Rasa sakit yang selama ini mereka pendam perlahan berkurang, tergantikan oleh kehadiran satu sama lain. Dalam kehilangan, mereka menemukan bahwa satu-satunya tempat untuk pulang adalah kembarannya sendiri. Namun kenyamanan itu berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam dan rumit. Kehadiran sang saudara menjadi obat, menjadi penawar, menjadi satu-satunya alasan untuk bertahan. Dan seperti adiksi, mereka terus mencari satu sama lain di setiap napas, di setiap sunyi. Karena di dunia tanpa Gempa, yang tersisa hanyalah mereka berdua dan perasaan yang semakin sulit diberi nama. Disclaimer: BoBoiBoy series © Monsta Studio A Fanfict © azaleeiya_kirmizi Cover © Nikishima Kumiko Nepenthe, Winter Project 2025 © SFragment Release: 12 Februari 2026
All Rights Reserved
#995
boboiboygempa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • Given || Ju Jihoon
  • Love at Time's Brink
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [END]
  • I Want to Live
  • The King & The Doctor
  • Second
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines