Panamaya Saskara

Panamaya Saskara

  • WpView
    Reads 63,063
  • WpVote
    Votes 3,504
  • WpPart
    Parts 69
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Aug 23, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Dark Romance
Enemies to Lovers
Romantic Comedy
Demi menghindari obsesi sahabatnya, shankara meninggalkan kota dan lebih memilih tinggal didesa, Tapi siapa sangka setelah tinggal di desa kehidupanya semakin berantakan "Biarin gue bebas kai" "Jika Lo gak bisa jadi milik gue, maka lebih baik Lo jadi milik tuhan"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Auto Save! [END]
  • Tresna Kang Tinatih Ing Alas Jati
  • Let Me Love You
  • Pengikat Sukma [END]
  • Wadah Leluhur  {END}
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • Senja Arum
  • TRANSAKSI BERNAMA PERNIKAHAN
  • CEO'S MIRACLE; BUNTING SAMA MUSUH! [✓]
  • Akang Jenderal [END]

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines