We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
After Rain

After Rain

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 20, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
"Akankah ku jumpai pelangi setelah hujan?" ~Anggi Chayanika~ "Dikira pelangi se-nganggur itu sampai bisa muncul tiap selesai hujan?" ~Ragaditya Rovan Kalandra~ "Aku harap aku masih menjadi pelangi kesukaanmu" ~Rangga Daniswara~ Anggi merasa kali ini hujan tak akan berhenti untuk waktu yang lama. Seperti biasa, ia selalu bersembunyi dengan segala kerendahan dirinya. Melarikan diri dari kemungkinan terburuk yang bahkan belum terjadi. Alih-alih memperjuangkan cinta yang pondasinya sudah lemah sejak awal, Anggi memilih melarikan diri dan bersembunyi dari semua orang. Namun, sejauh apa pun Anggi berusaha melarikan diri, nyatanya kisah yang tak usai masih mengikuti. Anggi merasa membutuhkan seseorang untuk membantunya bersandiwara. Anggi harap dia tidak salah memilih lelaki tengil itu.
All Rights Reserved
#11
afterrain
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines