We Broke Up Before We Had a Name

We Broke Up Before We Had a Name

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 20, 2026
Hubungan itu tidak pernah resmi, tapi rasa kehilangannya nyata. Terlalu nyata untuk disebut sekadar singgah, terlalu dalam untuk dibilang hanya kebiasaan. Cinta tumbuh tanpa nama, dipelihara oleh kesabaran, dan ditahan oleh ketakutan untuk melangkah. Ada harapan yang terus diminta menunggu-menunggu waktu yang tepat, menunggu restu, menunggu keadaan berubah. Namun penantian yang terlalu lama perlahan berubah menjadi luka. Perhatian terasa seperti kewajiban, pengertian berubah menjadi tuntutan, dan cinta kehilangan tempat untuk bernafas. Perpisahan datang tanpa teriakan, tanpa drama. Ia hadir dalam diam yang tak lagi dicari dan rindu yang tak lagi disambut. Salah satu pergi mencari pelarian, bukan karena cinta baru, melainkan karena ingin merasa dipilih. Yang lain tertinggal dengan penyesalan-menyadari bahwa cinta yang dijaga terlalu hati-hati akhirnya hilang tanpa pernah diperjuangkan. Ini adalah kisah tentang hubungan tanpa status, tentang keberanian yang selalu terlambat, dan tentang cinta yang tidak kalah oleh perbedaan iman-melainkan oleh rasa takut untuk memilih. Sebuah cerita tentang dua orang yang berpisah, bahkan sebelum sempat mengatakan: kita.
All Rights Reserved
#1
cintadankeyakinan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Salah Status
  • Nakula
  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Tania Ivana Prameswari sudah punya segalanya: followers jutaan, endorsement melimpah, dan wajah viral di TikTok. Tapi sayangnya, satu hal yang belum bisa dia "beli" dengan popularitasnya adalah ... ACC dari Elio Pradipta Komara, dosen killer dengan wajah rupawan dan mulut sepedas cabe rawit. Mahasiswa fakultas hukum menyebutnya Mr. Komrad, bukan karena dia ramah, tapi karena gayanya yang otoriter, dingin, dan katanya ... hatinya sudah dicabut negara. Sialnya, Tania harus menyelesaikan skripsinya di bawah pengawasan Elio, sang algojo akademik. Tiap halaman direvisi, tiap argumen dicabik, tiap senyumnya dibalas datar. Tapi Tania bukan selebgram sembarangan, dia sudah bertekad lulus tahun ini, walau harus pasang infus atau jual semua skincare. Namun segalanya berubah ... saat Tania terjebak di dalam lift bersama Mr. Komrad. Yang ada hanya dua manusia dengan ego besar, tensi tinggi, dan... satu rahasia kecil yang bisa mengubah segalanya. Apakah Tania akan tetap membenci Mr. Komrad? Atau justru mulai melihat sisi lain dari dosen paling menyeramkan se-fakultas hukum?

More details
WpActionLinkContent Guidelines