WAKTU BERLALU BEGITU CEPAT ; Nam-sun si anak tunarungu
Waktu, berlalu begitu cepat sehingga menghapus setiap goresan warna terang.
Keluarga Lee tidak memiliki aset mewah, emas, benar-benar secukupnya. Tetapi, kasih sayang melebihi emas.
Harta membeli kebahagiaan, namun tidak membeli kasih sayang. Maka dari itu, kebahagiaan dalam keluarga Lee adalah sebuah anugerah Tuhan yang senantiasa keluarga mereka syukuri setiap detikan jarum jam.
Dan, selama sang malaikat tetap berada disetiap langkah mereka, dunia akan baik-baik saja.
Namun, semua bertukar terbalik.
Semenjak keturunan terakhir Lee hadir di dunia, semua berubah secara perlahan.
Setiap kali Nam-sun mencoba untuk mendekatkan diri di keluarga ini, hasilnya nihil.
Sekedar mendekatkan jarak pun suasana akan menjadi canggung. Para kakak membuang muka, berbicara seperlunya pada si bungsu.
Nam-sun tidak pernah merasa begitu diperhatikan dikeluarga ini, hanya dengan Evelyn nan Jungho.
Ya, Nam-sun bersyukur masih mempunyai kedua malaikat pelindung.
Tetapi, semuanya berubah total.
Semenjak kejadian itu, para kakak, papa, bahkan Jungho sekalipun.
Mereka tak henti menorehkan luka di setiap anggota tubuh Nam-sun, bahkan batin pun turut terlukai.
Keluarga Lee kini menjadi suram, penuh kegelapan, kekosongan, luka, dan trauma.
Keluarga Lee penuh warna, telah mati.