Eleven-Eleven (END)

Eleven-Eleven (END)

  • WpView
    Reads 68
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Sun, Feb 1, 2026
Ada sebuah legenda yang beredar di masyarakat yang menyatakan bahwa jika kita secara tidak sengaja melihat angka kembar pada jam-terutama pada pukul 11:11-maka satu harapan kita akan dipenuhi oleh alam semesta. Aku pernah menjadi salah satu yang meyakininya. Di tengah keramaian Jakarta yang tak pernah sepi, aku sering menutup mata pada saat itu. Permintaanku sederhana, tidak berlebihan: aku hanya ingin waktu berhenti saat aku bersamanya. Namun, alam semesta punya cara yang sinis untuk menjawab doa. Waktu memang terhenti, tapi bukan dalam sebuah pelukan. Waktu berhenti dalam kenangan yang terpaksa terputus sebelum saatnya berkembang. Waktu berhenti di sebuah percakapan telepon yang menghentikan segalanya, menyisakan gema suara yang kini hanya dapat kudengar dalam mimpi. Cerita ini bukan tentang bagaimana dua insan bertemu dan hidup bahagia selamanya. Ini adalah sebuah catatan mengenai perasaan yang tumbuh di antara gedung-gedung tinggi Jakarta dan hawa dingin Puncak. Sebuah perasaan yang harus menyerah pada jarak ratusan kilometer menuju Yogyakarta, dan sebuah tembok besar bernama kenyataan. Untuk setiap detik yang pernah kita bagi, dan untuk setiap pukul 11:11 yang kini hanya menyisakan kesunyian.
All Rights Reserved
#12
ceritagay
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • The Last Yes!
  • Kedhaton Soeraandaru Hadiningrat
  • My Celestia [ON GOING]
  • Hello, KKN!
  • Nala dan Mas Juragan
  • Putra Mahardika
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • Be My Wife
  • Terpaksa mondok

Roselyn telah mengenal Arsen sepanjang hidupnya. Pertunangan mereka adalah keputusan keluarga, tanpa cinta besar, tanpa drama. Hanya sebuah hubungan tenang yang ia terima dengan lapang dada. Bagi Roselyn, itu sudah cukup. Namun sebuah kecelakaan kecil mengubah segalanya. Ketika terjatuh dari tangga dan kehilangan kesadaran, Roselyn bermimpi tentang kenyataan yang tak masuk akal, namun terasa terlalu nyata untuk diabaikan. Roselyn melihat masa depan. Dalam mimpi itu, Arsen adalah protagonis pria dari sebuah novel CEO klasik. Pria dingin dan sempurna yang pada akhirnya akan jatuh cinta pada seorang gadis desa yang menyelamatkannya setelah kecelakaan dan merawatnya saat ia kehilangan ingatan. Sementara Roselyn? Ia bukan tokoh utama wanita. Ia bahkan bukan seseorang yang akan dicintai. Roselyn hanyalah tunangan antagonis. Seorang wanita menyedihkan yang pada akhirnya akan ditinggalkan, dipermalukan, dan dilupakan. ...

More details
WpActionLinkContent Guidelines