Kumpulan puisi dari rindu pada jiwa yang tak pernah dimiliki. Jiwa yang bersayap rindu, namun enggan pergi-terbang menjauh dari hati.
Puisi-puisi di dalam buku ini tidak ditulis untuk menjadi indah, apalagi sempurna. Ia hadir sebagai bentuk kejujuran-tentang menunggu, tentang berharap, tentang mencintai tanpa pernah memiliki. Ada malam tanpa bintang, hujan yang meninggalkan genangan, doa yang di langitkan tanpa kepastian, dan jiwa yang terus tinggal meski raganya menjauh.
Saya menulis bukan karena pandai merangkai kata, melainkan karena tidak tahu lagi ke mana rindu harus disampaikan. Maka puisi menjadi tempat singgah; kertas menjadi saksi; kata-kata menjadi cara bertahan.
Buku ini tidak menawarkan jawaban. Ia hanya mengajak pembaca duduk sejenak dalam sepi, menyadari bahwa tidak semua yang kita cintai harus kita miliki, dan tidak semua yang pergi benar-benar meninggalkan.
Akhir kata, semoga Rindu yang Enggan Menepi dapat diterima sebagai apa adanya-sekumpulan kata dari jiwa yang pernah menunggu, dan mungkin, masih menunggu.
Tous Droits Réservés