SERIBU LUKA,SEJUTA MIMPI

SERIBU LUKA,SEJUTA MIMPI

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 6, 2026
​ ​Bagi semua orang di sekolah, Nazha adalah matahari. Dia cantik, rapi, dan selalu punya senyum paling cerah untuk siapa pun. Tidak ada yang pernah menyangka bahwa di balik seragamnya yang wangi, tersimpan aroma minyak gosok untuk meredakan pegal akibat kerja paksa di rumah tantenya. Tidak ada juga yang tau bahwa binar di matanya adalah benteng kokoh yang ia bangun agar luka-lukanya tidak terlihat. ​Nazha adalah ahli sandiwara. Dia memilih tertawa keras demi menutupi isak tangis yang pecah setiap malam di kamar pengapnya. Baginya, numpang di rumah saudara bukan berarti harus menyerahkan harga diri untuk dikasihani. ​tapi, sampai kapan Nazha bisa terus membentangkan "layar" kebahagiaan palsunya? Terutama saat orang-orang terdekatnya terus mencoba melipat paksa impiannya hingga berkeping-keping. ​Ini bukan sekadar cerita tentang penderitaan. Ini adalah perjalanan Nazha menyusun kembali potongan hidupnya yang berantakan, membuktikan bahwa meski layarnya terlipat berkali-kali, dia akan tetap menemukan angin untuk berlayar menuju puncak kesuksesan. ​"Sebab matahari yang paling terang pun, pernah berjuang melewati malam yang paling gelap."
All Rights Reserved
#569
mentalhealth
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines