Bahasa yang tak Tersuarakan

Bahasa yang tak Tersuarakan

  • WpView
    LECTURAS 8
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, feb 2, 2026
Tidak semua yang tertulis di sini ingin dibaca. Tidak semua yang terbaca di sini ingin dimengerti. Puisi-puisi disini ber-arti pesan yang tak pernah terkirim, dan perasaan yang tidak pernah diberi nama. Setiap katanya memiliki makna tentang jeda, tentang diam, tentang rima, tentang rasa yang memilih tinggal di antara kata. Tidak ada yang gamblang di sini, hanya isyarat yang menunggu ditangkap perlahan. Jikalau engkau menangkapnya, buku ini ber-arti rumah saat kau runtuh. Ditulis murni dari pikiran dan hati nurani, karya ini hak milik @Bloodysne. Jangan coba untuk meniru atau mengklaim hak milik, harap Tuhan tetap memeberimu kesadaran.
Todos los derechos reservados
#511
diksi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Pikul Pilu Pada Pulangmu
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • Semua Memukul (✅)
  • My Wish
  • 365 HARI BERCINTA DENGAN PUISI
  • aku bukan penyair
  • Rembulan Yang Sirna
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)

Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR ©2026

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido