Freedom

Freedom

  • WpView
    Reads 110
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published 8 minutes ago
Just me and my mind.... Merangkul jiwa di titik nadir dan berseru bahwa hari yang baik masih ada... Rank: #1 self at 4.02.26
All Rights Reserved
#99
prosa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Live to return. (To my home) ‼️Stop Update‼️
  • The Physic Power
  • Actually, I'm a Handsome Lady
  • Rough Adventure
  • The Crown Prince and Me [Kim Doyoung]✔
  • ✔️ Takanobu Aone Twins (oc male reader)
  • In Different World  {BnHA X Boruto: the next generation}
  • Jadi Npc di game sialan
  • Let's Run Away, Elena!
  • SEBATAS FIGURAN

This story is an original work, so please do not copy or plagiarize any part of it without the creator's permission. I hope for your support, as well as criticism and suggestions to be better. Love greeting for you! *** ​Segala yang pernah ia sebut rumah telah menjadi abu. Alvean selamat, namun ingatan telah direnggut jiwa-jiwa yang terkorban. Terperangkap dalam amnesia total, ia menghadapi dunia yang asing dan orang-orang yang melihatnya sebagai kunci-atau mungkin, sebagai monster. ​Saat ditanya tentang dirinya, ia hanya bisa menjawab; "aku tidak tau" ​Detektif Lucas dan Psikolog Anathan mencoba menelusuri pikiran Alvean, mencari tahu apakah ia korban yang murni atau bagian dari kegelapan yang lebih besar. Kecurigaan mereka tertuju pada Dokter Ethan, sosok yang terlalu 'sempurna' disetiap sudutnya. ​Dalam keheningan, sebuah rahasia tersembunyi. .... Alvean kira, disaat setelah semua hal membingungkan ini telah selesai, ia akan mendapatkan kehidupan yang tenang dan jauh lebih layak. Walaupun tanpa bekalan ingatan tentang masa lalunya. Tapi tidak. Itu hanya angan-angan semata. Secara fisik, ia memang sehat. Tapi adakah yang pernah bertanya "bagaimana hari mu? Apa menyenangkannya?" Jelas, secara mental, ia hancur berkeping-keping. Hingga kini, ia benci dengan orang-orang yang hanya sekedar berpura-pura. Untuknya. Orang lain. Atau siapapun. Ia benci itu. "Kamu selalu sama. Vean..." -Luna Ini bukan hanya tentang Alvean yang mencari keberadaan jati diri. Ini tentang bagaimana ikatan persaudaraan tanpa ada hubungan darah, juga hubungan persahabatan yang begitu tulus adanya. 『English-German-Indonesian』

More details
WpActionLinkContent Guidelines