BETWEEN TWO LIVES

BETWEEN TWO LIVES

  • WpView
    Reads 328
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 6, 2026
Sea Arkananta menjalani hidup yang sederhana. Kuliah dengan beasiswa, magang demi pengalaman, dan terbiasa menahan keinginan sendiri. Hidupnya tidak pernah terasa adil, tapi Sea juga tidak terbiasa bertanya. Sampai suatu hari ia masuk ke Prameswara Consortium dan bertemu Javier Alistair Prameswara. Javier adalah atasan yang dingin dan teratur. Sulit ditebak, sulit didekati. Namun cara Javier memandang Sea sering kali terasa aneh, seolah ia sedang melihat sesuatu yang terlalu familiar untuk diabaikan. Bagi Sea, kedekatan itu membingungkan. Ia tahu jarak mereka seharusnya jelas. Usia, status, dan dunia mereka berbeda. Tapi semakin sering mereka bertemu, semakin sulit bagi Sea untuk berpura-pura bahwa perasaan itu tidak ada. Di saat yang sama, seseorang dari masa lalu kembali muncul. Bersamaan dengan itu, rahasia lama yang seharusnya terkubur mulai retak. Tentang seorang anak yang tertukar saat lahir. Tentang hidup yang selama ini dijalani oleh orang yang seharusnya tidak memilikinya. Di antara keinginan untuk bertahan dan keharusan untuk jujur, di antara perasaan yang tumbuh dan kebenaran yang menyakitkan, Sea dihadapkan pada satu pertanyaan sederhana. Hidup mana yang sebenarnya miliknya?
All Rights Reserved
#93
jimmysea
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • A dan Z
  • I'm the male lead's wife?
  • Stand by Me
  • Hello Mr. Komrad
  • NANGGALA
  • Terpaksa Dinikahi Duda Anak Dua
  • Kembang Desa

Cerita ini ada di paijo juga. --- Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines