"Lo nggak capek ngejar Kak Naufal terus?" Pertanyaan itu adalah pengingat harian bagi Anindita Kiara, siswi SMA Pancasila yang hatinya terlanjur terpaut pada sang senior, Naufal. Di antara keluh kesah khas masa SMA-tumpukan tugas, hukuman, dan rindu yang tak terucapkan-Anindita memilih satu peran: Penanti Setia. Mengagumi Naufal adalah babak paling indah dan paling melelahkan dalam buku hariannya. Tiga tahun. Waktu yang panjang untuk sebuah cinta yang terus ia pupuk tanpa kepastian. Apakah kesabaran dan ketulusan Anindita akan meluluhkan hati Naufal, mengakhiri penantian ini dengan indah? Atau, apakah ia harus menghadapi kenyataan bahwa tidak semua kisah putih abu-abu berakhir bahagia?
Più dettagli