Under the Rain of Edinburgh

Under the Rain of Edinburgh

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 7, 2026
Laresa Ze Velantha tumbuh di sebuah tempat yang memaksanya bertahan lebih lama dari yang sanggup ia jalani. Luka-luka dibiarkan terbuka, seolah waktu akan menyembuhkannya sendiri, padahal justru membuatnya kian perih. Terlalu banyak hal yang menuntut, terlalu sedikit ruang untuk bernapas. Hingga suatu hari, pergi terasa lebih jujur daripada tetap tinggal. Sebuah kota jauh dengan langit rendah dan jalanan yang selalu mengilap menyambutnya dalam diam. Batu-batu tua, udara dingin, dan suara langkah yang tenggelam di permukaan basah menjadi bagian dari hari-harinya. Di sana, ia menjalani hari-harinya dalam sunyi yang bebas dari ikatan dan penjelasan Kesunyian tidak lagi menakutkan. Ia menjelma tempat berlindung, ruang aman untuk berdamai dengan pikiran sendiri. Di kota itu, hidup terasa lebih pelan, lebih tenang, dan untuk pertama kalinya, ia merasa diizinkan menjadi dirinya sendiri-tanpa harus bertahan, tanpa harus kuat. #Edinburgh🥇24 Januari 2026
All Rights Reserved
#70
edinburgh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time
  • GRAVARENZO

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines