Yogyakarta, Juli 2006. Dua bulan pasca-gempa tektonik 5,9 Skala Richter yang meretakkan tulang punggung tanah Jawa, Allegro Fajar Harison- memutuskan untuk melakukan bunuh diri sosial: melarikan diri ke pusat bencana lain.SKS-nya sudah habis, skripsinya di bab akhir, dan namanya tercatat sebagai asisten dosen termuda yang brilian. Ia tidak butuh KKN . Pak Purwandi-dosen pembimbing sekaligus mentor -sudah memberikan "kartu bebas penjara". "Bapak bisa masukkan kamu ke proyek penelitian dosen Setiap kali Ale menatap wajah tua Pak Purwandi yang teduh, ia tidak melihat seorang mentor. Ia melihat wajah seorang ayah yang kehilangan menantunya. Ale tidak bisa menerima tawaran Pak Purwandi karena rasa bersalah dan dosa nya. Ale adalah mantan kekasih gelap Jati. Ia "pencuri" yang mencintai suami putri dosennya sendiri. Bertahan di Jogja berarti harus terus berpura-pura berduka sebagai "teman", sementara ia ingin meraung sebagai "pasangan". Ale harus pergi. Ia harus mencari tempat di mana tidak ada satu pun manusia mengingatkannya pada mas Jati. Maka, ia memilih unit KKN di lokasi Pedukuhan Karang Satru. daerah rawan konflik tambang pasir yang juga hancur lebur oleh gempa. Namun, Karang Satru bukanlah tempat rehabilitasi.Di sanalah Ale bertemu dengan orang-orang yang akan memaksanya menghadapi iblis dalam dirinya. Raung Cakramenggala. Mahasiswa Teknik Pertambangan yang dengan penuh cemooh berkata "Gue pro-tambang. Kalau lo nggak mau kotor, balik ke kampus, Tuan Asisten Dosen." lalu Mahakam Kartadirja. Adik tingkat Ale. ia adalah pemuda yang terlalu polos untuk tempat sekeras Karang Satru. Dan yang ketiga... Wahid. Ale melihatnya di senja hari berdiri di dekat tiang bendera halaman posko yang berkarat. Dia mengenakan seragam dinas PNS warna khaki tampan, dengan cara yang meresahkan. Ale bisa mendengar bisikannya ,sebuah undangan untuk mengungkap rahasia Karang Satru, Absensi sudah berjalan, dan tanah Karang Satru suda
Más detalles