Zeano, anak haram dari pelacur rendahan yang dengan nekat menjebak Derald Alexander. Penerus keluarga Alexander yang nyatanya sudah beristri, saat Zeano berusia 5 tahun dan anak anak Derald berumur 4 tahun, Maya ibu Zeano membawa Zeano ke kediaman Alexander dan meminta pertanggungjawaban. Riana, istri sah Derald yang shock itu akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Derald yang tak terima langsung membunuh Maya dengan kejam, sementara Zeano tetap dirawat dengan fasilitas penuh, meski terkadang dihina dan disiksa.
Awalnya Zeano berusaha untuk mendapatkan kasih sayang sang ayah serta tiga adik kembarnya, tapi hanya penolakan dan caci maki yang dia dapatkan. Hingga saat ia memilih untuk berubah, keluarganya malah tidak terima dan memaksanya menjadi dirinya yang dulu.
"Kak, coba kabur lagi dan lihat apa yang akan ku lakukan pada kaki mungilmu"
"Coba saja berlari sejauh yang kau bisa, karena pada akhirnya kau hanya akan kembali kesini, kak"
"Beraninya kau mencoba pergi dari hidup kamu, kau akan menerima konsekuensinya kakak"
"Boy, lihat kami hampir gila saat tak ada kau disini"
"Aku hanya mencoba menjadi yang kalian inginkan"
"ARGH S..sakit ja...ngan"
"Ken...apa?...."
"Karena kau milik kami" smirk
Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya.
Namun, malam itu mengubah segalanya.
Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan.
Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah.
"Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis.
"Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh.
Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.