Story cover for Escape From Zombie by PopokBerdarah
Escape From Zombie
  • WpView
    LECTURAS 370
  • WpVote
    Votos 24
  • WpPart
    Partes 4
  • WpView
    LECTURAS 370
  • WpVote
    Votos 24
  • WpPart
    Partes 4
Continúa, Has publicado may 26, 2015
Contenido adulto
Aku terpojok di dalam kamar atas, Kami saling berhadapan, dengan sisa sedikit peluru, kupejamkan mata sejenak. Terdengar suara auman serta suara aneh yang keluar dari mahkluk itu. Aku berteriak sambil menembak mereka.
#DOR DOR DOR DOR
#CTEK CTEK CTEK..
"Sial peluruku habis.."
Ku lempar senjata kearah mereka dan besiap berlari, kuterobos jendela yang tepat berada di samping.
#CTAR... PRANK...
#BUG
"AUH...!! sialan." Eramku..
Aku mencoba untuk berlari namun di belakang berjarak sekitar dua puluh lima meter sudah berkumpul banyak sekali mereka yang datang karena mendengar suara tembakan serta pecahan kaca jendela. Dengan susah payah aku bangun dan berlari sempoyongan, tetap berusaha sekuat mungkin untuk menyelamatkan diri dan tidak mau mati, tugasku belum selesai.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Escape From Zombie a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
The Enemy in My Bed - #hackerseries 2.0 [✅] 🔚 de iofetele
60 partes Concluida
Sebagian besar part diunplublis untuk kepentingan penerbitan ________________ This is a SEQUEL of "Are You a Criminl?" ACTION - ROMANCE (ekstrim) _________________ "John." "John." "Bantu aku mengangkatnya." Sayub-sayub aku mendengar kalimat itu. Suara lembut, juga, ya, sexy, dan aku baru pertama kali mendengar suara yang begitu memikat itu. Sepertinya dia cantik, mungkin sangat cantik. "Cepatlah, aku tidak dapat menahan tubuhnya lagi." Kini, nada suara yang begitu khawatir, sangat khawatir kembali terdengar. Oh God, siapa yang begitu mengkhawatirkanku selain keluargaku? Siappun dia, aku yakin dia dewi penolongku malam ini. Sekali, dua kali aku merasakan dadaku ditekan. Entah berapa kali hingga cairan bening keluar dari mulutku. Perlahan oxygen kembali memasuki hidungku hingga ke paru-paruku. Belum ada apapun atau siapapun yang aku lihat, mataku masih terpejam dengan sempurna, namun aku yakin pendengaranku bekerja dengan baik sekarang. Dan suara lembut juga sexy yang beberapa kali aku dengar adalah nyata. "C'mond c'mond c'mond. Bernapaslah." Kini, tangan lembut itu menepuk-nepuk pipiku, sesekali menekan rahangku. Sekali, dua kali mataku mulai mengerjab-ngerjab hingga terbuka dengan sempurna. Bloody h*ll, she's so beautiful. "Thank God," ucap gadis itu dengan senyum. Bukan hanya suara, bibir yang bergerak pelan, tepat di depanku itu, juga terlihat begitu sexy. Baru kusadari kepalaku berada di pangkuannya, tubuhku juga pakaianku begitu basah dan aku masih terbaring tanpa tenaga sedikitpun. Sama sepertiku, tubuh juga pakainannya basah kuyub. Okay, wajah cantik itu menunduk, begitu dekat dengan wajahku, sepuluh senti meter, mungkin. Oh God, jangan katakan dia salah satu malaikat cantik yang menjemput nyawaku, yang telah mambawaku ke surga. Namun, semua ini terasa begitu nyata. "Is this heaven?" tanpa sadar aku bergumam. Dalam detik yang sama, tawa kecilnya mulai terdengar. For God sake, siapa makhluk cantik ini?
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
The Rogue Hellion - #bountyhunterseries 2.0 [✓] 🔚 cover
The Damn Demigod - #bountyhunterseries 1.0 [✅] 🔚  cover
OutbreaK (Wattys Winner 2018) cover
The Enemy in My Bed - #hackerseries 2.0 [✅] 🔚 cover
El Cielo y la Tierra cover
Foreign Virus (LENGKAP)  cover
The Rotten Earl #Earlseries 1.0  [✓] 🔚 cover
Merah : Kursi Belakang [Tamat] cover
SHE IS MY TWINS cover

The Rogue Hellion - #bountyhunterseries 2.0 [✓] 🔚

49 partes Concluida

18+ ONLY Sequel of "THE DAMN DEMIGOD" This is an Action - Romance story with Mature content Be WISE reader - bijaklah dalam memilih bacaan ======================================= "Kamu tidak boleh pergi." Itu hal konyol! Aku masih terdiam menatap wajahnya yang sialnya selalu terlihat tampan dalam keadaan apa pun. See, bahkan sekarang tidak ada apa pun yang menutup tubuh atasnya tidak mengurangi ketampanannya sedikit pun. Oh, no, mungkin itu masalahnya yang membuatku berkali-kali hilang fokus hanya karena melihat dada bidang dengan kulit liatnya. Six-pack? Sudah pasti! Tidak hanya itu, lebih ke bawah lagi, ya, V shape di bagian pangkal perut. Begitu menggoda terlihat seperti sexy super model di luar sana. Senyum tipis terlihat jelas sekarang yang membuatnya semakin terlihat tampan. D*mn! "I should go." "You still owe me." Seperti tidak peduli, aku meninggalkanya dan detik selanjutnya dia menarikku begitu saja hingga dadaku begitu rapat dengan dadanya juga tangan besarnya sudah melingkar sempurna di pinggangku. "What?" ucapku pelan. "The deal, remember?" Oh, no. Aku berusaha melupakan hal itu, namun sepertinya tidak baginya. "What?" "Sesuatu yang kamu janjikan." "What?" ucapku lagi dengan suara yang semakin pelan. Takut dia akan meminta hal itu. "Your virginity," bisiknya tepat di telingaku.