Escape From Zombie

Escape From Zombie

  • WpView
    Reads 371
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 1, 2018
Aku terpojok di dalam kamar atas, Kami saling berhadapan, dengan sisa sedikit peluru, kupejamkan mata sejenak. Terdengar suara auman serta suara aneh yang keluar dari mahkluk itu. Aku berteriak sambil menembak mereka. #DOR DOR DOR DOR #CTEK CTEK CTEK.. "Sial peluruku habis.." Ku lempar senjata kearah mereka dan besiap berlari, kuterobos jendela yang tepat berada di samping. #CTAR... PRANK... #BUG "AUH...!! sialan." Eramku.. Aku mencoba untuk berlari namun di belakang berjarak sekitar dua puluh lima meter sudah berkumpul banyak sekali mereka yang datang karena mendengar suara tembakan serta pecahan kaca jendela. Dengan susah payah aku bangun dan berlari sempoyongan, tetap berusaha sekuat mungkin untuk menyelamatkan diri dan tidak mau mati, tugasku belum selesai.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Rogue Hellion - #bountyhunterseries 2.0 [✓] 🔚
  • VALEN and The Guide of Shadow
  • ɪ'ʟʟ ᴛᴀᴋᴇ ᴄᴀʀᴇ ᴏꜰ ʏᴏᴜ  < Slow Up >
  • HIDDEN || Mental Game
  • Run!
  • Keep Running!
  • The Enemy in My Bed - #hackerseries 2.0 [✅] 🔚
  • Zombie Hunter : The Lost City

18+ ONLY Sequel of "THE DAMN DEMIGOD" This is an Action - Romance story with Mature content Be WISE reader - bijaklah dalam memilih bacaan ======================================= "Kamu tidak boleh pergi." Itu hal konyol! Aku masih terdiam menatap wajahnya yang sialnya selalu terlihat tampan dalam keadaan apa pun. See, bahkan sekarang tidak ada apa pun yang menutup tubuh atasnya tidak mengurangi ketampanannya sedikit pun. Oh, no, mungkin itu masalahnya yang membuatku berkali-kali hilang fokus hanya karena melihat dada bidang dengan kulit liatnya. Six-pack? Sudah pasti! Tidak hanya itu, lebih ke bawah lagi, ya, V shape di bagian pangkal perut. Begitu menggoda terlihat seperti sexy super model di luar sana. Senyum tipis terlihat jelas sekarang yang membuatnya semakin terlihat tampan. D*mn! "I should go." "You still owe me." Seperti tidak peduli, aku meninggalkanya dan detik selanjutnya dia menarikku begitu saja hingga dadaku begitu rapat dengan dadanya juga tangan besarnya sudah melingkar sempurna di pinggangku. "What?" ucapku pelan. "The deal, remember?" Oh, no. Aku berusaha melupakan hal itu, namun sepertinya tidak baginya. "What?" "Sesuatu yang kamu janjikan." "What?" ucapku lagi dengan suara yang semakin pelan. Takut dia akan meminta hal itu. "Your virginity," bisiknya tepat di telingaku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines