HELLO! MAISHA

HELLO! MAISHA

  • WpView
    Reads 89,863
  • WpVote
    Votes 6,881
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 27, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
"Menyendiri adalah caraku bertahan hidup." Maisha Anindya. Bagi Maisha, kesunyian adalah tempat ternyaman di dunia. Ia tidak membenci orang, hanya saja lebih suka menatap halaman buku daripada wajah-wajah asing di keramaian. Ia menikmati waktu sendirinya, tanpa harus berpura-pura ramah atau sibuk mencari topik obrolan. Hidupnya sederhana-tenang, datar, tapi terasa cukup. Namun, segalanya berubah begitu cowok kota itu muncul. Varlen Mahardika. Laki-laki ekstrovert, dengan segala keramahannya. Tanpa di sadari, langkah-langkah kecil mulai membuka ruang baru dalam hidup Maisha . Dunia yang dulu terasa sunyi kini perlahan menjadi ramai dan lebih hidup. Entah itu sebuah keberuntungan, atau justru malapetaka bagi kepribadiannya yang tertutup. Sebut saja, Introvert stadium akut. "Baru kali ini gue ketemu cewek yang bentukannya kayak begitu. Jarang senyum, ngomong seperlunya, mageran. Dia manusia atau batu sih?" Varlen Mahardika.
All Rights Reserved
#1
introvert
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • nikah dulu cinta nanti
  • HYPR DENGAN ISRTI SENDIRI
  • Ketua Butuh Kehangatan [ End ]
  • Takdir Cinta Kita [END]
  • MELODY CINTA || Milen
  • ME, YOU, AND THIS MADNESS
  • PERJODOHAN KETUA GENG MOTOR
  • ketos vs berandalan
  • Bidadari Cinta Gus Akbar
  • 'TRUE lOVE'

Katanya, cinta itu datang dulu... baru kemudian dua orang memutuskan untuk bersama. Tapi bagaimana jika semuanya terjadi sebaliknya? Mila dan Valen tidak pernah punya cerita tentang awal yang manis. Tidak ada proses jatuh cinta. Tidak ada momen saling memilih. Yang ada hanya keputusan keluarga-yang tiba-tiba mengikat mereka dalam satu hubungan yang tidak pernah mereka rencanakan. Satu kampus. Satu lingkungan. Namun dua dunia yang selalu bertabrakan. Hubungan mereka tidak pernah hangat-bahkan untuk sekadar saling memahami pun terasa terlalu jauh. Sampai satu hari, semuanya berubah. Tanpa aba-aba. Tanpa kesempatan untuk menolak. Mereka dipaksa berdiri di pelaminan yang sama. Mengucap janji yang bahkan belum mereka pahami sepenuhnya. Senyum terukir sempurna di wajah mereka. Semua terlihat indah. Semua terlihat benar. Padahal di balik itu- tidak ada cinta yang mendasari. Hanya keterpaksaan yang dibungkus rapi oleh harapan orang lain. Dan sejak hari itu, hidup mereka tidak lagi tentang "aku" dan "kamu". Melainkan tentang "kita"- yang bahkan belum tahu bagaimana caranya dimulai. Jika dunia berkata cinta dulu, nikah nanti... maka mereka adalah kebalikannya. Dipaksa untuk bersama lebih dulu, lalu perlahan belajar- apakah cinta itu bisa tumbuh... di tempat yang sejak awal tidak pernah mereka pilih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines