when we were us.

when we were us.

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 10, 2026
WpInfo
Fanfic
--- "bahagia datang dengan lambat, tapi kapan? kita emang ga ditakdir kan menjadi kita apa gimana?" -K
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Obsession Overdose
  • perjuangan dan doa
  • Istri? Seorang Mafia Muda
  • PAMENGKU | NOMIN
  • Possessive Male Lead
  • Tokoh Pendukung Wanita
  • TOUCH-ME-NOT [keonhyeon]
  • Tak Segampang Itu [END]
  • Rewriting The Villain (END)
  • delshel

Liam adalah ketua Black Cobra, predator jalanan yang ditakuti dan terbiasa memegang kendali di bawah aspal kota yang bising. Namun, dunianya jungkir balik dalam satu malam ketika ia terbangun di apartemen nomor 1204-sebuah sangkar emas steril milik Leon Rovigo. ​Leon adalah seorang dokter genius berdarah dingin dengan diagnosis sosiopat. Baginya, Liam bukan sekadar manusia, melainkan pusat semesta baru yang harus diisolasi dari dunia luar yang kotor. Setiap embusan napas Liam, pergerakannya, bahkan grafik detak jantungnya dikontrol penuh oleh Leon melalui sebuah gelang perak penjejak yang tak bisa dilepas.

More details
WpActionLinkContent Guidelines