Kebersamaan sering kali membuat manusia lupa bahwa waktu tidak pernah benar-benar diam. Ethan, Elard, dan Aqella menjalani hari-hari tanpa curiga, seolah dunia akan selalu memberi ruang bagi tiga nama itu.
Hingga suatu hari, satu nama menghilang.
Kehilangan membuka ruang-ruang sunyi, seperti percakapan yang terputus, kebiasaan yang tertinggal, serta perasaan yang akhirnya dipaksa untuk diakui. Mereka perlahan menyadari, tidak semua kepergian terjadi karena keinginan. Sebagian hadir sebagai takdir.
Dan sejak itu, kebersamaan tak lagi sesederhana sebelumnya.Sebab tidak semua yang tersisa benar-benar utuh.
.
.
.
Cerita ini merupakan karya fiksi. Seluruh tokoh, alur, dan kejadian di dalamnya adalah hasil imajinasi penulis. Apabila terdapat kesamaan nama, karakter, maupun peristiwa dengan karya atau kehidupan nyata, hal tersebut merupakan ketidaksengajaan semata.
Ilustrasi yang digunakan bersumber dari Pinterest dan bukan milik penulis.
Kisah ini ditulis tanpa tujuan lain selain berbagi cerita dan perasaan tentang rumah, kebersamaan, dan hal-hal kecil yang sering kali kita anggap akan selalu ada. Ide cerita muncul begitu saja, mengalir perlahan, dan ditulis untuk dinikmati dengan ringan, meski mungkin menyimpan rasa yang diam-diam tinggal.
Semoga cerita ini bisa menemani, menghibur, dan memberi ruang bagi pembaca untuk ikut merasakan hangatnya kebersamaan yang sederhana.
Selamat membaca 🤍
-Nexa Aerin
All Rights Reserved