Yang Katanya Rumah

Yang Katanya Rumah

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 3, 2026
Ia tumbuh di rumah yang lengkap, namun tak pernah ia merasa dimiliki. Kehadirannya selalu di anggap salah. Setiap kata yang keluar, setiap langkah yang di ambil, seolah menimbulkan masalah. Diantara dinding yang seharusnya melindungi ia belajar satu hal: kadang, yang paling menyakitkan bukan kebencian tapi pengabaian. Ikuti kisahnya menapaki rasa sepi, pengkhianatan, dan pencarian tempat dimana ia benar-benar dianggap. Bagian dari sebuah keluarga 'Yang Katanya Rumah.' Sungguh cerita tentang keberanian, luka, dan arti sesungguhnya dari kata 'rumah.'
All Rights Reserved
#450
tengah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora

Flora Severian terbangun sebagai Hazellette Ashcroft, istri Duke dalam novel fantasi sejarah. Figuran yang akan dihancurkan oleh tokoh utama wanita, Mantan kekasih Duke, anak pelayan yang ditakdirkan merebut segalanya, karakter badass yang membuat hubungan Hazellette dengan suaminya kandas. Flora mengerti satu hal begitu masuk ke novel, Jika dia bertahan dia akan dihancurkan, karena itu pilihan Flora hanya kabur... menghapus namanya dari cerita. Dalam novel ini, istri Duke tidak akan pernah diselamatkan. Hazelletta akan disingkirkan... lalu dilupakan. Dia harus membuat dunia percaya dia mati. Lalu tokoh utama akan mengambil alih segalanya dan cerita berjalan tanpanya. Asal bisa hidup tenang Hazel tidak peduli apapun. Tapi takdir tidak pernah benar-benar berteman dengannya. Karena anak yang dia tinggalkan bukan anak biasa. "Jika aku kembali suatu hari, apa dunia ini masih akan memberiku tempat?" -Hazellette Ashcroft- "Kuburkan petinya! Itu hanya peti kosong. Aku akan menemukannya kembali... apa pun bentuknya. Istriku terlalu cerdas untuk mati begitu saja." -Gillian L. Grandwood-

More details
WpActionLinkContent Guidelines