⚠️ Disclaimer on: Cerita ini hanyalah fiksi belaka, dan karangan author sendiri, dilarang menjiplak, menyalin atau mencetak dalam bentuk apapun tanpa persetujuan author
Terimakasih sudah mau baca ❄👑
Ini adalah Volume I dari:
Lux, Remember me: a Thousand-Year Journey
Kesetaraan
Di Kerajaan Lux, elf dianggap sebagai iblis.
Dan gereja adalah kebenaran.
Di dunia yang menganggap sihir sebagai segalanya, Edwin Larkdawn hanyalah anak biasa tanpa 'mana yang hidup bersama ibu dan adik kecilnya.
Ia tidak tahu bahwa satu pertemuan sederhana di malam bersalju akan mengubah hidupnya-dan nasib sebuah kerajaan.
Eris adalah elf terakhir.
Sisa dari ingatan yang seharusnya sudah punah.
Diburu, difitnah, dan berjalan sendiri selama seribu tahun, ia telah melupakan rasanya diingat...
hingga seorang anak manusia memanggil namanya.
Ketika gereja yang dipimpin tujuh uskup agung mulai bergerak, para Cardinal muncul satu per satu-manusia-manusia suci dengan kekuatan yang jauh dari kata manusiawi.
Kebenaran dipelintir.
Iman dijadikan senjata.
Dan dosa diwariskan melalui jubah suci.
Di tengah pengejaran, pengkhianatan, dan perang ideologi, Edwin harus menghadapi takdir bahwa darahnya sendiri menyimpan kutukan yang telah diburu para penyihir sejak tiga ribu tahun lalu.
Ini bukan kisah tentang pahlawan.
Ini kisah tentang dosa dan takdir.
Tentang elf yang berjalan sendiri menjaga dunia dari dosa yang terus mengejarnya.
Tentang manusia yang mencintai terlalu dalam, hingga cinta itu menjadi kutukan.
Dan tentang dunia yang runtuh karena kesucian palsu yang dipercaya sebagai kebenaran.
Lux, Remember Me: A Thousand-Year Journey
Sebuah kisah fantasi gelap tentang iman yang tersesat, cinta yang terikat batas ras, dan harga yang harus dibayar untuk diingat.
Cerita ini hanya fiksi, maaf jika ada kesamaan nama dan karakter
Tous Droits Réservés