Story cover for Except, Me.  by Eruli_ArooL
Except, Me.
  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 8
  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 8
Ongoing, First published Feb 03
Fantasy - Existential | 15+

❝Di semesta mana pun, namaku tertolak.❞

#storyO3 | POV 1

Kepindahan terakhir menjebak Eruli.

Biasanya, ia hidup menumpang di tubuh orang lain. Merasa seperti pemilik tubuh. Mengingat semua memori, tanpa pernah benar-benar menjadi siapa pun. Di setiap kepindahan, ia tak pernah diberi lupa. Eruli sadar, dirinya sebatas keberadaan tanpa memiliki kuasa.

Maka, di kepindahan terakhir, Eruli merasa berbeda. Ia utuh, sendiri, tidak menumpang hidup. Nyawa yang akhirnya menjadi berkat. Namun, segalanya runtuh kala ia mengetahui satu fakta.

Ia terjebak. Di kepindahan terakhir bersama sisa-sisa kesadaran lain. Di semesta yang bersiap menutup pintu tanpa menunggu penghuninya siap.

Di antara kesadaran dan ketiadaan, mungkinkah Eruli mempertahankan tubuh dan hidupnya?

Start: 7 Februari 2026
Finish:

©2026, ArooL

• follow sebelum membaca
• murni hasil pemikiran sendiri
• plagiat tenggelamkan ke dasar samudra!

• happy reading all~
All Rights Reserved
Sign up to add Except, Me. to your library and receive updates
or
#11speculative
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
30 Hari Menepi | END cover
nepenthe cover
Red Heart [Selesai] [Segera Pindah ke Cabaca] cover
Manacled cover
What Happened Between Us? cover
Hotsy-Totsy [✔] cover
Tinta Hitam cover
✔️ I don't love you. cover
Suhita: The Last Queen's Reign (TERBIT CETAK) cover
7 Day Curse ✓ || TanjiKana  cover

30 Hari Menepi | END

35 parts Complete

Psychological - Fantasy | 15+ ❝Aku telah mati, sebelum hidup sempat dimulai.❞ END | Chapter Lengkap Journey of Life 1/2 | bisa dibaca terpisah #storyO2 | POV 1 Deji bermimpi mati. Melihat dirinya jatuh tanpa suara, sementara dunia tetap berjalan tanpa jeda. Saat terbangun, dia sadar. Kematian menuntut kelahiran, dan Deji tidak pernah memilikinya. Dia ada dalam ketidakhadiran. Hidup tanpa awal. Menghirup udara sebagai orang singgah. Keberadaannya berjalan tanpa catatan, tanpa alasan, tanpa tujuan yang bisa dibela. Hidup tidak terasa sebagai perjalanan. Dia hadir bagai kewajiban yang diwariskan tanpa persetujuan. Setiap hari menagih kehadiran, tanpa pernah menjelaskan mengapa. Deji tidak sedang mencari makna. Dia hanya ingin tahu apakah menghilang bisa dianggap kejujuran. Maka, Deji ditarik menepi. Tiga puluh hari di luar dunia, terpaksa mengais sesuatu dalam keasingan yang menelan. Jika bertahan terasa lebih palsu daripada pergi, masihkah hidup berhak disebut pilihan? Start: 1 Juni 2025 Finish: 30 Juni 2025 Start new version: 📌 Mengambil konsep teori psikologi: Psikoanalisis Sigmund Freud. ⚠️ Trigger Warning: Cerita ini mengandung tema kesepian, tekanan emosional, dan percakapan internal yang intens. ©2025, ArooL • follow sebelum membaca • murni hasil pemikiran sendiri • plagiat tenggelamkan ke dasar samudra! • happy reading all!~