Di sebuah sudut kota yang hampir terlupakan, berdiri halte tua bernama LINCOLN tempat singgah bagi mereka yang merasa tak punya rumah untuk pulang. Di sanalah Tere, seorang penjaga perpustakaan yang hidup dalam kesunyian dan bayang-bayang masa lalu, sering duduk menunggu hujan reda.
Suatu malam, ia bertemu dengan seorang perempuan bersyal merah. Pertemuan itu terasa biasa-namun sekaligus janggal. Seiring waktu, pertemuan-pertemuan singkat di bawah lampu temaram LINCOLN perlahan membuka pintu ke dalam ingatan Tere yang lama terkubur: tentang neneknya, tentang syair-syair lama, dan tentang sebuah kode misterius yang seolah mengikat masa lalu dengan masa kini.
Pencarian sederhana berubah menjadi perjalanan batin. Perpustakaan tua, buku-buku berdebu, dan potongan syair membawa Tere menyusuri lapisan kenangan yang tak pernah benar-benar ia pahami. Di tengah hujan, janji, dan penantian, batas antara ingatan dan kenyataan kian kabur.
Kadang, yang datang dalam hidup bukan untuk menetap-melainkan untuk mengingatkan.
Tentang kehilangan.
Tentang menerima.
Dan tentang tempat-tempat kecil yang diam-diam menyimpan makna paling besar.