
Bagi Arlan Arkananta, hidup adalah deretan angka, profit, dan kontrak yang mengikat. Sebagai pewaris tunggal Arkananta Group yang dingin dan tak tersentuh, Arlan percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini bisa dibeli jika harganya tepat-termasuk sebuah pernikahan di atas kertas demi mengamankan posisi takhtanya. Namun, rencananya berubah ketika ia bertemu dengan Gendis Salendrina. Gendis bukanlah wanita karier ambisius atau sosialita yang biasa Arlan temui. Gadis itu dijuluki "Si Pemanis" oleh orang-orang di sekitarnya. Bukan karena riasannya, melainkan karena wajahnya yang polos dan pancaran ketulusan yang mampu mencairkan suasana paling tegang sekalipun. Bagi Gendis, membantu orang lain adalah bahasa kalbu, bukan beban. Dalam sebuah kesepakatan Memorandum of Understanding (MoU) yang penuh dengan pasal-pasal kaku, Gendis hadir sebagai "pemanis" di hidup Arlan yang hambar. Arlan mengira ia bisa mengendalikan Gendis seperti ia mengendalikan perusahaan, namun ia salah besar. Ketulusan Gendis justru menjadi senjata paling mematikan yang perlahan-lahan meruntuhkan dinding es di hati sang Arkananta. Di dunia yang penuh dengan kepalsuan dan topeng bisnis, mampukah kejujuran hati Gendis bertahan? Dan saat durasi kontrak berakhir, apakah Arlan sanggup melepaskan satu-satunya "pemanis" yang membuat hidupnya terasa nyata?Tous Droits Réservés
1 chapitre