About 7 days

About 7 days

  • WpView
    Reads 981
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadComplete Sun, Aug 16, 2026
WpInfo
Fanfic
NCT
Kpop
Bagaimana jika 7 saudara ini memiliki kekurangan dan latar belakang yang berbeda-beda? Itulah yang dialami oleh sevenlife. "Eh, Bang, lo pulang jam berapa sih kemarin?" tanya Dino sambil tetap tertawa, seolah pertanyaan itu cuma bagian dari obrolan remeh. "Lupa," jawab Mahesa ringan. "Jam berapa pun sama aja." Naren menoleh. "Lo akhir-akhir ini sering bilang gitu." Mahesa mengedikkan bahu. "Kenapa? Sekarang gue harus absen?" Bastian terkekeh cepat, mencoba menutup celah. "Santai, bro. Kita bukan emak-emak RT." Tawa tidak langsung hilang. Hanya mengecil. Seperti suara yang diturunkan volumenya tanpa ada yang benar-benar sadar. Di sudut meja, Jidan menunduk, jarinya mengepal sebentar sebelum kembali rileks. Ia tidak berkata apa-apa, tapi dadanya terasa sesak oleh kalimat-kalimat yang belum sempat lahir. Guyss kalau membaca bantu votment yaa biar author bisa semangat terus update nya😍
All Rights Reserved
#21
nct
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TOUCH-ME-NOT [keonhyeon]
  • PAMENGKU | NOMIN
  • Skripsi Dan Buku Nikah
  • The Threads We Left Behind {Marjames / JJujami}
  • I'm Not Just a Figuran
  • Possessive Male Lead
  • SAIRISH
  • Journey
  • Obsession Overdose
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN

Satu kampus tahu kalau Kenan Abyasa adalah benteng kokoh Fakultas Teknik yang tidak tersentuh. Dia tampan, perfeksionis, bermulut ketus, dan punya aturan mutlak yang tidak boleh dilanggar siapa pun: jangan pernah menyentuh fisiknya secara sembarangan. Tapi, aturan itu seolah tidak berlaku bagi Seva Ananta. Sebagai mahasiswa FEB yang modis, wangi, dan dipenuhi pesona centil yang menggemaskan, Seva sengaja menjadikan Kantin Pusat sebagai medan perang hariannya. Mulai dari sengaja mengantarkan minuman manis, memanggil dirinya sendiri dengan sebutan nama, hingga gestur natural menyelipkan poni ke belakang telinga demi memancing perhatian sang pujaan hati. Semua orang mengira Seva akan segera didepak oleh sifat dingin Kenan. Namun di balik layar, saat tidak ada pasang mata yang melihat, justru cowok kaku itulah yang selalu memegang kendali; dengan sengaja menarik kerah kemeja Seva agar mendekat, atau menahan pinggang si gembul itu sedikit lebih lama agar tidak berpaling ke orang lain. Karena bagi Kenan, aturan Touch-Me-Not miliknya punya satu pengecualian besar, dan nama pengecualian itu adalah Seva.

More details
WpActionLinkContent Guidelines