Amaryllis sangat membenci suaminya, Theodore Viremont. Sosok suami yang digambarkan sempurna itu terlihat seperti kutukan di matanya. Theodore bisa memberikan seluruh dunia untuknya tapi Amaryllis sama sekali tidak menginginkan itu. Tidak hanya itu, Amaryllis juga mengabaikan putranya, Lucien Viremont. Pengabaian itu meninggalkan luka yang tak kasat mata. Hingga puncaknya di usia Lucien yang ke 15 Tahun, ia membunuh ibunya sendiri. Amaryllis tewas ditangan putranya. Penyesalan selalu ada di akhir dan di saat itu Amaryllis baru menyadari, ia yang menciptakan malaikat mautnya sandiri. Ketika ia berada di ambang hidup dan mati, Amaryllis berdoa agar diberikan kesempatan kedua untuk memberikan cinta kepada Theodore dan juga Lucien.
More details