Tiga tahun sejak Saka dinyatakan meninggal, Kael hidup seperti bayangan dari dirinya sendiri. Ia meninggalkan rumah, meninggalkan orang-orang yang pernah ia sebut keluarga, dan memilih menetap di kota yang menyimpan malam paling buruk dalam hidupnya. Bukan untuk melupakan. Melainkan karena sebagian dirinya terasa masih tertinggal di sana. Di antara hari-hari yang dingin dan hidup yang berjalan tanpa arah, Kael perlahan terbiasa hidup bersama kehampaan. Sampai suatu hari... ia melihat seseorang yang tidak seharusnya ada. Wajah itu. Tatapan itu. Sosok itu. Terlalu mirip dengan orang yang telah dinyatakan mati tiga tahun lalu.
More details