Abhipraya

Abhipraya

  • WpView
    LECTURAS 235,964
  • WpVote
    Votos 10,988
  • WpPart
    Partes 50
WpMetadataReadConcluida mar, mar 24, 2026
Bagi Liora Bianca, skripsi bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan pembuktian diri. Namun, dunia yang ia susun dengan rapi runtuh dalam satu sore di ruang dosen pembimbing. Judul dan penelitian yang ia siapkan dengan cucuran keringat, justru diajukan lebih dulu oleh teman kepercayaannya sendiri. Di tengah isak tangis yang pecah di selasar Rektorat yang sepi, Liora tidak menyangka akan ditemukan oleh Sagara Ararya Danindra. Sagara bukanlah pria misterius yang bersembunyi di balik bayang-bayang; ia adalah sekretaris rektor yang efisien, tenang, dan memiliki otoritas yang tak terbantahkan. Pertemuan yang diawali dari air mata itu perlahan menumbuhkan renjana yang tak terduga. Di saat Liora kehilangan kata-kata untuk memperjuangkan haknya, Sagara hadir sebagai jangkar yang menahannya agar tidak hanyut dalam kekecewaan. Ini bukan hanya tentang pencurian sebuah ide, tapi tentang bagaimana Liora menemukan kembali suaranya di antara tumpukan kertas dan perasaan yang mulai tumbuh di lorong kampus.
Todos los derechos reservados
#28
lovestory
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Almost Married (On Going)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • WEDDING VOWS
  • Beautiful Trouble
  • Kembang Desa
  • I'm the male lead's wife?
  • Satu Tahun Saja
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Cerita ini ada di paijo juga. --- Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido