Jessica Cordon adalah wanita yang memiliki segalanya-kecantikan, kekayaan, dan kekuasaan. Sebagai satu-satunya pewaris keluarga Cordon yang telah hancur, seluruh warisan kini berada di tangannya. Di mata dunia, ia adalah simbol kesempurnaan. Di balik itu, ia adalah seorang perempuan yang hidup sendirian di tengah lautan kepentingan.
Dikelilingi oleh pria-pria yang mengaku mencintainya, namun sebenarnya mengincar hartanya, Jessica belajar satu hal sejak dini: tidak ada yang benar-benar tulus. Cinta hanyalah kedok, dan kepercayaan adalah kemewahan yang terlalu mahal.
Di setiap pesta, di setiap pertemuan bisnis, namanya selalu menjadi bahan pembicaraan. Banyak yang mengklaim sebagai kekasihnya. Banyak pula yang ingin menguasainya.
Bukan hanya satu atau dua pewaris perusahaan besar yang percaya bahwa kekuasaan bisa membeli segalanya-termasuk Jessica.
Namun Jessica bukan wanita yang mudah ditaklukkan.
Di tengah intrik bisnis, permainan reputasi, fitnah media, dan perebutan warisan, Jessica harus bertahan bukan hanya sebagai pewaris, tetapi sebagai penguasa atas hidupnya sendiri.
Ketika masa lalu keluarganya perlahan terungkap, dan musuh-musuh tersembunyi mulai bergerak, Jessica dihadapkan pada pilihan sulit: tetap hidup dalam kesendirian yang aman, atau mengambil risiko mempercayai seseorang di dunia yang penuh kepalsuan.
Di dunia yang hanya melihatnya sebagai "harta berjalan", Jessica Cordon berjuang membuktikan bahwa ia adalah pemilik takdirnya sendiri.
"Stop ikutin aku!!"
Langkah yang semula pelan menjadi tergesa saat Hera melihat Laki-laki di belakangnya yang terus mengikutinya.
"No, Love. I want to make sure you're okay"
"Kita udah putus Je! jangan ganggu aku!"
"I never agreed to it"
Dia Helera Varadisa gadis pintar yang banyak di kenal di sekolahnya dengan ciri khasnya pita biru yang selalu tampil cantik di rambutnya.
Kehidupannya yang awalnya hanya seputar belajar, membaca, dan menulis berubah lebih menyenangkan kala ia bertemu dengan Jerald Van Derico.
Laki-laki yang kehidupannya bertolak belakang dengan Helera, Jerald bukan anak yang terkenal karena kepintarannya ia justru dikenal karena sering membuat keributan dengan teman-temannya.
Meski begitu Hera senang menjalin hubungan dengan Jerald, meski harus dengan keadaan backstreet.
Awalnya semula Hera yakin kisah masa abu-abu nya memang lebih manis setelah mengenal Jerald, sebelum sesuatu terjadi menghancurkan keyakinan Hera.
"Je kamu beneran belum punya pacar kan?"
Jerald yang di beri pertanyaan itu dengan tegas menggeleng sebagai jawaban.
Setelah melihat dengan jelas interaksi Jerald dengan gadis itu Hera menggelengkan kepalanya pelan.
Hera segera pergi dari tempat itu, ia tak ingin membiarkan hatinya lebih lama lagi merasa sakit.