"Gue enggak peduli lo siapa. Ratu, figuran, atau iblis sekalipun, lo tetep milik gue." *** Terbangun dengan detak jantung yang tenang adalah kemewahan yang tidak pernah dirasakan Ratu Amerta Luna dalam dua tahun terakhir. Sebagai siswi kelas 2 SMA yang ambisius, hidupnya hanya berputar di antara tumpukan latihan soal, kafein dosis tinggi, dan temaram lampu belajar hingga jam tiga pagi. Terakhir yang ia ingat adalah hidungnya yang meneteskan darah tepat di atas buku paket fisika. Pandangannya memudar, lalu gelap total. Kematian yang konyol. Namun jujur saja, Ratu merasa lega karena tidak perlu menghadapi ujian kenaikan kelas besoknya. Namun kini, indra penciumannya disambut aroma lily of the valley yang lembut. Kelopak matanya terbuka perlahan, menatap langit-langit kamar yang dihiasi ukiran emas yang megah. Ini jelas bukan kamar tidurnya yang sempit. "Gue di mana?" gumamnya serak. Ratu bangkit berdiri, kakinya menyentuh karpet bulu yang terasa seperti awan. Ia melangkah menuju cermin besar. Di sana, pantulan seorang gadis dengan rambut pirang dan mata hijau zamrud menatapnya balik. "Queenara Azalea Grisham..." bisik Ratu. *** ©Mei 2026 ⚠️ Cerita ini merupakan cerita suka-suka. Mohon maaf jika terdapat banyak plot hole. Update setiap hari minggu🌞
More details