Di Puncak Takhta Nurani mengisahkan perjalanan Paramartha Pradipta (Rama), seorang laki-laki idealis yang menapaki gunung demi gunung dan kota demi kota bukan untuk mengejar puncak fisik, melainkan untuk menjaga suara hati nuraninya tetap hidup di tengah dunia yang sarat kompromi. Dari Yogyakarta hingga Maluku, dari Mahameru, Rinjani, hingga ruang akademik dan wilayah bencana, Rama tumbuh sebagai aktivis keadilan hukum, relawan kemanusiaan, dan pendamping anak-anak terlantar serta pengidap kanker di Yayasan Amarta Bakti. Dikelilingi sahabat-sahabat dengan pandangan hidup yang saling bertentangan antara idealisme, pragmatisme, dan keberanian yang emosional Rama terus diuji oleh kelelahan, kehilangan, dan pertanyaan mendasar tentang harga sebuah kejujuran. Novel ini bukan sekadar kisah pendakian dan aktivisme, melainkan potret batin tentang keberanian bertahan sebagai manusia yang memilih tetap peduli, bahkan ketika menjadi baik terasa melelahkan; sebuah pengingat bahwa puncak tertinggi dalam hidup bukanlah jabatan atau harta, melainkan kesetiaan pada nurani saat seluruh dunia menawarkan jalan pintas.
All Rights Reserved