Berdampingan

Berdampingan

  • WpView
    Reads 2,759
  • WpVote
    Votes 183
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 6, 2026
Dana sudah memutuskan untuk tidak menikah seumur hidup karena satu alasan, dan itu adalah keputusan yang bulat. Tapi satu hari Dana dikejutkan oleh berita bahwa ia akan dinikahkan dengan salah satu keturunan Wiradharma-keluarga elit dan berpengaruh. Skandal perceraian saudaranya membuat Baskara harus rela dijadikan alat untuk meredam berita yang sedang menjadi komsumsi publik itu. Pernikahan politik telah dirancang dua keluarga untuk menjaga citra nama Wiradharma di mata dunia. Tadinya Baskara berniat mengajak Dana untuk mulai hidup berdampingan layaknya pasangan suami istri normal, namun yang dilemparkan Dana justru dokumen perjanjian pernikahan yang isinya di luar nalar.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Lines We Write
  • THE LAST RESORT (TAMAT)
  • RUJUK
  • Serendipity
  • The Apartment We (Won't) Share
  • It's Gotta Be You
  • (Im)Possible Bloom
  • We Were Never Meant
  • Where Taste Meets Law
  • Troubling Reflections

[Mengandung muatan yang tidak cocok untuk dibaca anak di bawah umur. Baca part Moodboard dan Catatan terlebih dahulu!] Baskara Kamandaka Wibisono, calon presiden termuda sepanjang sejarah modern republik, terancam kehilangan suara. Perdebatan sengit dengan ketua tim kemenangannya hanya meninggalkannya dengan dua pilihan: menerima kehadiran Kiara, orang yang akan menjadi otak di balik pidato-pidatonya, atau kehilangan kariernya. Di sisi lain, Kiara harus mengambil satu keputusan besar: melanggar sumpahnya dengan menerima tawaran menjadi dalang di balik suara yang membuat Baskara terdengar lebih manusia, atau mempertahankan idealismenya dan kehilangan dunianya. Masalahnya, bagi Kiara Pramidita, keberadaan Baskara Kamandaka Wibisono di kancah politik nasional sendiri adalah sebuah kutukan. Pria itu adalah simbol dari betapa kotor dan menyedihkannya politik negerinya, sekaligus arsitek di balik hancur dunianya lima tahun yang lalu. Kehancuran yang membuatnya bersumpah tidak akan menginjakkan kaki di dunia politik lagi. Ketika keduanya harus bekerja sama, mampukah mereka saling percaya untuk memenangkan negara, tanpa melangkahi garis tipis yang memisahkan rasa? *** DISCLAIMER: Cerita ini hanya fiktif belaka. Kesamaan nama, tempat, kejadian, atau karakter hanya sebuah kebetulan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines