Lentera yang Dipadamkan Paksa: Elegi Alkenzo Devano Aldebaran (On Going)

Lentera yang Dipadamkan Paksa: Elegi Alkenzo Devano Aldebaran (On Going)

  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Thu, Apr 2, 2026
Alkenzo Devano Aldebaran lahir ke dunia dengan bayaran nyawa ibunya. Tujuh tahun kemudian, takdir kembali merenggut dunianya lewat kecelakaan maut yang menewaskan sang ayah. Di usia yang masih sangat belia, Kenzo mewarisi harta kekayaan keluarga Aldebaran-sebuah warisan yang bukannya menjadi pelindung, justru menjadi kutukan. ​Kini, di usia 15 tahun, rumah megah Aldebaran tak lebih dari penjara dingin. Di bawah asuhan adik tiri ayahnya yang haus harta, Kenzo diperlakukan layaknya benalu. Di rumah dia disiksa secara psikis, sementara di sekolah, sepupunya memastikan Kenzo tidak pernah menghirup udara tanpa rasa takut. Julukan "Anak Pembawa Sial" melekat padanya, memicu badai perundungan yang tak kunjung usai. ​• • • ​"Mereka bilang aku kaya, padahal aku adalah pengemis kasih sayang yang paling malang. Mereka bilang aku pewaris, padahal aku hanyalah tumbal yang menunggu waktu untuk habis."
All Rights Reserved
#208
absurd
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • President's Wife
  • The Cold Ceo's Hidden Heir
  • Kamu Hanya Milikku
  • Lady Mafia
  • Jerico Anderlino
  • Heyu : Second Gear
  • Ini Kinanti Mas [21+]
  • Innocent Girl Wants It

Dewandra telah memantapkan hati untuk tidak pernah menikah. Selama 25 tahun, ia mengabdikan hidup sebagai tentara setia demi melindungi negara. Hingga di usia 41 tahun, ia diangkat menjadi pemimpin tertinggi-menyandang status RI 1. Dua tahun menjabat pasca-lengsernya sang ayah yang merupakan Presiden ke-8, Dewandra tetap tak sedikit pun terusik oleh bayangan pernikahan. Namun, takdir rupanya punya rencana lain. Pada perayaan Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025, matanya tak sengaja menangkap sosok gadis berkebaya putih dengan kain batik merah. Rambutnya tergerai indah, dihiasi senyum manis yang menawan. Meski hanya tatapan sekilas, wajah itu seolah tertanam permanen dalam ingatannya. Gadis itu adalah Natasha Aira Van-dijk Chandramukhti-putri tunggal dari salah satu menteri di kabinetnya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines