Promise [TAMAT]

Promise [TAMAT]

  • WpView
    Membaca 11,789
  • WpVote
    Vote 1,713
  • WpPart
    Bab 30
WpMetadataReadLengkap Sab, Apr 11, 2026
Enam belas tahun bukanlah waktu yang singkat untuk memetik senar kecapi tanpa jawaban. Bagi Lan Wangji, setiap denting Inquiry adalah doa yang tak kunjung sampai. Namun, ketika takdir membawa kembali sosok dengan wajah yang sama namun ingatan yang kosong, Sang Hanguang-Jun bersumpah tidak akan membiarkan dunia merenggutnya lagi. ​"Aku tidak ingat siapa aku, Lan Zhan. Aku mungkin iblis yang mereka katakan," rintih Wei Wuxian. ​Lan Wangji mendekapnya erat, membiarkan luka cambuk di punggungnya menjadi saksi. "Kau bukan iblis. Kau adalah alasanku bertahan selama enam belas tahun ini." ​Sebuah kisah tentang penantian yang berdarah, penebusan dosa masa lalu, dan sebuah janji di Jingshi yang tak mengenal kata ralat: Setiap hari adalah setiap hari.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#2
modaozushi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nanti Kita Cerita Tentang Kel.7 (KKN) | END
  • Simpanan No, Istri Sah Yes. (ongoing)
  • PREGNANT (DewTee)
  • Given || Ju Jihoon
  • Wifey? (END)
  • Cupiditas Vitae
  • I Want to Live
  • The King & The Doctor
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [END]

Bagi Mahendra Raditya, mahasiswa perfeksionis dan kaku, KKN di Desa Sindangasih hanyalah kewajiban akademis yang harus diselesaikan secepat mungkin. Namun, rencana hidupnya yang tertata rapi seketika berantakan karena kehadiran Haikal Dirgantara-seksi Humas yang urakan, pecicilan, namun luar biasa mudah memikat hati seluruh warga desa. Bersama lima anggota lainnya yang memiliki karakter saling bertabrakan-Rendra si sekretaris julid, Cakra si anak sultan, Jevan si cowok kulkas, Nana yang kelewat soft, dan Jidan si maba raksasa-posko Kelompok 7 tak pernah sepi dari adu gengsi, kepanikan proker, hingga tawa di tengah malam. Di tengah tekanan mempersiapkan acara akbar 17 Agustus bersama warga desa, dinding rasionalitas Mahen perlahan runtuh. Interaksinya dengan Haikal memunculkan debaran asing dan rasa posesif yang mengacaukan logikanya. Ditambah dengan benih-benih cinta yang juga mekar di antara anggota posko lainnya, Kelompok 7 belajar bahwa KKN bukan hanya soal membangun desa, tapi juga tentang meruntuhkan ego dan berani jujur pada perasaan sendiri. Mampukah Mahen menyingkirkan gengsinya sebelum waktu pengabdian mereka habis?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan