FORGOTTEN FROSTING

FORGOTTEN FROSTING

  • WpView
    Reads 1,653
  • WpVote
    Votes 270
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 18, 2026
"Terima kasih Jehoon-ssi, kamu sudah mau mencintaiku," ucap Yejin dengan tatapan penuh haru. "Aku akan selalu mencintaimu, Yejin-ssi. Kemanapun kamu pergi, apapun keadaanmu, aku akan tetap mencintaimu," ucap Jehoon memeluk erat Yejin dalam dekapannya. Pelukan itu sangat erat, seolah dunia akan hancur jika mereka melepas pelukan itu. ────────────────୨ৎ───────────── .✦ "Semua sudah selesai. Maafkan aku," ucap Jehoon pada Yejin yang menangis pelan di hadapannya. ────────────────୨ৎ───────────── .✦ "Maafkan aku Jehoon-ssi, maafkan aku. Harusnya aku tidak menerima cintamu itu. Aku...aku tudaklah pantas," ucap Yejin dengan isak tangis yang semakin menjadi. ────────────────୨ৎ───────────── .✦ Dua jiwa yang melebur menjadi satu, dalam ikatan cinta bagai mantra bulan yang menenun benang perak di antara bayang retak dan cahaya abadi. Satu rapuh bagai embun pagi di daun cemara teguh, kini bersatu dalam lautan hangat yang menyembuhkan tanpa kata. Menciptakan pelangi samar di langit, magis, manis, dan kekal tak terucapkan.
All Rights Reserved
#932
adultromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Dangerous Deal S1-S2 (on going)
  • Kembang Desa
  • Define the Relationship
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Almost Married (On Going)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EKSKALASI
  • NINGRUM

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines