
Kesepian adalah harga yang harus dibayar Hinata sebagai istri seorang Hokage. Alih-alih mengeluh, ia memilih menyalurkan dahaganya dalam diam. Semuanya terasa begitu menantang, membuatnya tergoda untuk melakukannya lagi dan lagi, memuaskan diri di balik bayang-bayang, layaknya menemukan setetes air di tengah gurun pasir. Harusnya semua tetap menjadi rahasia yang aman. Hinata pikir ia telah menjadi aktris yang hebat dalam sandiwara ini. Namun, bagaimana jika sang Hokage memutuskan untuk berhenti menutup mata? Bagaimana jika Naruto memilih untuk menangkap 'pencuri' kecil di atas ranjangnya dan membalas setiap inci gairah Hinata dengan cara yang jauh lebih liar dari yang pernah ia bayangkan? -:- NaruHina Fanfiction MichioKeiAll Rights Reserved
1 part