Semua sekolah punya aturan, dan semua aturan akan selalu ada masanya. Tapi, bagaimana jika masa yang aturan tetapkan untuk selamanya?
Ini bukan hanya soal gedung sekolah, bukan soal cinta antar remaja. Ini asrama, kumpulan orang-orang ambis untuk bertahan hidup. Kumpulan orang-orang taat pada aturan yang ditetapkan. Dan pastinya, kumpulan orang-orang yang kaku akan perasaan.
Di asrama ini, semua orang akan terdiam akan fakta yang mengejutkan, terdiam akan kejadian yang mengerikan, bahkan kalaupun terjadi didepan mata mereka.
"Selamatkan dirimu sendiri."
Jangan pikirkan orang lain, pikirkan dirimu sendiri. Apakah sanggup atau tidak jika sudah masuk kedalam asrama ini?
pilihannya hanya dua. Pulang dengan selamat atau pulang dengan keadaan sudah menjadi mayat.
Dan semua itu pasti ada dalangnya, akar dari semua aturan yang ada, siapa? dimana? kapan? semua itu akan terjawab jika menelusuri cerita ini lebih lanjut.
"Hah? Dijodohin? Gamau ah, emangnya ini jaman Siti Nurbaya?" Ucap Phuwin kepada ibundanya.
"Tidak boleh menolak sayang, percaya deh sama bunda kamu pasti suka." Ucap bunda sembari kembali mencocokkan beberapa jas di badan Phuwin.
"Kenapa bunda ga tanya Phuwin dulu?"
"Karena kalau bunda tanya dulu, jawaban kamu ga akan sesuai sama yang bunda mau. Sudah jangan banyak mengeluh, nurut sama bunda." Skakmat, Phuwin akhirnya hanya bisa pasrah dengan ibundanya.
WARNING!
- LGBTQ area
- PondPhuwin area
- 1821+ area
- Mengandung kekerasan dan kata kasar
- Cerita ini hanya rekayasa penggemar tidak bermaksud sindiran ataupun sugesti hal keburukan, apabila ada kesamaan nama, tempat, alur dan waktu maka hal tersebut adalah sebuah kebetulan dan tanpa adanya kesengajaan.