Zeya selalu percaya bahwa beberapa pertemuan tidak perlu alasan. Danau Biru, malam yang sunyi, dan satu sosok asing bernama Samudra menjadi awal dari kisah yang tak pernah ia rencanakan. Zeya perempuan ceria dengan ribuan kata, bertemu Samudra yang dingin, singkat, dan lebih banyak diam. Mereka berbeda, tapi justru di situlah segalanya bermula. Dari obrolan searah, candaan sepihak, hingga kehadiran yang perlahan meninggalkan bekas. Tak ada janji. Tak ada rencana. Hanya pertemuan sederhana yang diam-diam menetap di pikiran. Namun, tidak semua yang datang harus tinggal. Dan tidak semua yang membuat nyaman akan berakhir bersama. Ini adalah cerita tentang pertemuan, perasaan yang tumbuh tanpa diminta, dan pilihan untuk tidak terus bersama-meski pernah saling berarti.
More details