Story cover for THE PRIVILEGE by leleluvvv
THE PRIVILEGE
  • WpView
    Reads 551
  • WpVote
    Votes 362
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 551
  • WpVote
    Votes 362
  • WpPart
    Parts 9
Ongoing, First published Feb 05
4 new parts
Auralyn Calestia adalah murid beasiswa pertama di Chamberlain High School, sekolah elit milik anak-anak berkuasa. Ia bertahan bukan dengan melawan, tapi dengan menjadi berguna. Ia mengerjakan tugas, merangkum pelajaran, dan mengurus hal-hal kecil yang orang lain malas lakukan dengan bayaran.

Bagi Auralyn, itu bukan penghinaan. Itu cara hidup.

Masalah dimulai saat murid beasiswa kedua datang dan menolak sistem yang selama ini membuat Auralyn diterima.
Di antara privilege yang tidak pernah benar-benar dimiliki, kepedulian yang terasa memaksa, dan iri yang disamarkan sebagai kebaikan, batas antara bertahan dan kehilangan diri mulai kabur.

Tidak semua ketidakadilan terlihat kejam. Sebagian terasa wajar karena sudah terbiasa, benar bukan?



start : 06-02-2026
end : -





💢BUKAN HASIL PLAGIAT MAUPUN UNTUK DI PLAGIAT💢
All Rights Reserved
Sign up to add THE PRIVILEGE to your library and receive updates
or
#1adacintadisma
Content Guidelines
You may also like
Sedikit Arti Yang Berbicara by Altyapurna
11 parts Ongoing
Tenang, adalah salah satu kata yang banyak manusia cari di dalam hidup ini. Namun, keberadaannya perlu waktu lama untuk bertemu. Pada riuhnya waktu, ada kalanya dia sering bercanda dengan rasa kehilangan. Senja kini, tengah duduk bersila seorang perempuan di tepi sungai kecil belakang rumahnya, tangan kanan itu sesekali menaburkan kelopak mawar di atas air hingga hanyut di dalam sana. "Maaf, Alifah. Aku telat. Sungai kecil, mawar, dan senja adalah ketenanganmu," ucap Yoga. Mendengar hal itu, Alifah tersenyum---kakak sepupunya ini memang selalu tahu dia di mana, meski pun Alifah tidak mengatakannya. "Aku butuh alam juga, Mas, untuk memaknai ketenangan selain mengadu ke pencipta-Nya," jawab Alifah. "Jawabanmu selalu logis, Alifah," balas Yoga. Lantas, dia duduk bersila di samping adiknya itu. "Apa rencanamu setelah ini, Cil?" "Mengungkap dan melepas semuanya, Mas Yog," sambung Alifah. "Tapi ... jangan pakai cara lama, ya, Fah? Itu terlalu berbahaya," sahut Kriska, yang tiba-tiba sudah duduk bersila di samping kiri Alifah. Kini, Alifah berada di tengah- tengah Yoga dan Kriska. "Tergantung," balas Alifah tersenyum tipis menatap langit yang semakin berwarna jingga itu. Balasan Alifah membuat Yoga dan Kriska tersenyum tipis juga sambil menatap langit itu. Mereka tahu, Alifah adalah perempuan yang sangat keras kepala bahkan kadar kenekatannya pun tidak bisa ditebak. Apakah tiga hal yang ada di atas tadi akan dilakukannya? Atau ... ada hal lain, selain itu?
Princess Hours by DNMaulita
29 parts Complete
The 1st story of SasuSaku by @DNMlta . . Happy Reading 😁 . . "Selamat datang di Universitas Konoha, awali hari Senin dengan semangat ya kawan-kawan. Jangan lupa sarapan untuk yang belum sarapan, karna Ibu kantin sudah menyiapkan makanan yang enak-enak hahaha" Suara salah satu mahasiswa yang sedang menyiarkan radio Universitas Konoha menggema diseluruh bangunan Universitas Konoha, yang nerupakan perguruan tinggi ternana di Jepang. Sudah bukan hal asing lagi jika pagi hari selalu di sambut dengan kata-kata seperti tadi, ya anggap aja seperti sarapan juga hehehe. Dari salah satu bangunan di area Universitas Konoha terlihat banyak sekali mahasiswa dan mahasiswi yang duduk sambil makan dan minum ataupun hanya duduk dan menbaca buku. Karna sekarang kita sedang melewati area kantin yang lebih bangus di sebut cafe di Universitas Konoha, tempat yang selalu ramai untuk mahasiswa yang tidak mendapat mata kuliah di jamnya. "Hei teman-teman tau ngak, musim panas kali ini Universitas Konoha bakal ngadain lomba lho? " ucap Ino "Lomba apa? Tapi kalau lombanya tema olahraga sama aja tetep anak ekskul olahraga yang menang" timpal Ten Ten "Tapi katanya mereka yang ikut ekskul olahraga di jadikan panitia, jadi yang ikut lomba itu anak ekskul lain sama mahasiswa yang ngak ikut ekskul" Jawab Hinata Saat ketiga temannya sibuk membicarakan lomba musim panas, Sakura hanya diam sambil mencoret-coret buku sketsanya. Sakura bukannya tidak tertarik ia hanya sedang memikirkan sketsanya. "Sakura kamu ngak niat ikut lomba? " tanya Ten Ten "Ikut ngaknya pasti kalian udah tau jawabannya" jawab Sakura sambil menutup buku sketsanya "Oh iya kira-kira Universitas ngadain event ngak ya buat masing-masing fakultas kayak tahun kemaren? " tanya Ino "Kalau itu nanti ku tanya sama kakak ku" jawab Hinata Setelah asik dan larut dalam obrolan yang panjang akhirnya keempat gadis ini pergi ke kelas mereka. TBC
I'm Not Just a Figuran by izza21_b
66 parts Ongoing
Citra Angraini adalah seorang gadis remaja yang akhirnya meregang nyawa di usia muda. Sedari kecil Citra sudah harus bolak-balik ke rumah sakit karena penyakit yang dideritanya semenjak lahir, Citra sangat suka membaca, terutama novel. Namun siapa yang menyangka Citra yang gemar membaca novel berakhir menjadi salah satu tokoh figuran bernama Sherlyn pada sebuah novel yang terakhir kali dia baca sebelum kematiannya di dunia nyata. Mengetahui tokoh Sherlyn yang akhirnya meninggal pada pertengahan novel berhasil membuat Citra sangat terpukul hingga dia membulatkan tekadnya untuk mengubah nasib Sherlyn melalui perubahan-perubahan kecil yang akan Citra lakukan. ---><--- "Pada novel Sherlyn menolak pertunangan ini, apa yang akan terjadi jika aku melakukan yang sebaliknya?" "Aku harus melakukan perubahan agar nasib Sherlyn juga berubah." "Yang benar saja, di dunia sana Aku baru saja mati, aku tidak mau mengikuti alur cerita ini dan akhirnya aku akan mati pada pertengahan novel." "Siapa yang perduli dengan novel ini, Aku sudah pernah mati sekali dan aku lebih menyayangi hidupku dari apapun." "Sesekali menjadi egois tidaklah terlalu buruk bukan. Maaf Davin aku akan memanfaatkanmu sekali ini aja." . . "Sherlyn ikut gimana baiknya aja." Setelah terdiam selama beberapa saat Sherlyn akhirnya menyetujui usulan pertunangan tersebut. Bagaimana kelanjutan kehidupan Citra di dunia novel? Bagi yang penasaran mampir aja oke . . Rank #🥇 fiance #🥇 fyp #🥇 mostwanted #🥇 teen #🥇 bucin #🥇 geng #🥇 iceboy #🥇 isekai #🥇 figuran #🥇 tenfiction #🥇 sekolah #🥇 fiksipenggemar #🥇 antagonis #🥇 tunangan #🥇 school #🥇 fiksi #🥇 sahabat #🥇 fiksiremaja #🥇 protagonis #🥈 cuek #🥈 baper #🥈 romantis #4 fantasi #5 transmigrasi #6 fiksiumum #10 romance Start : 10/8/25 End : -
You may also like
Slide 1 of 10
Sedikit Arti Yang Berbicara cover
Angel's Hope cover
Blueprint Pelarian Villain cover
THE DUKE OBSESSED WITH THE ENCHANTRESS ( On Going ) cover
FINE WINE | SEVERUS SNAPE cover
Princess Hours cover
EXTRAORDINARY Figuran cover
I'm Not Just a Figuran cover
°Anata No Kyoka° (End) cover
Band Aid cover

Sedikit Arti Yang Berbicara

11 parts Ongoing

Tenang, adalah salah satu kata yang banyak manusia cari di dalam hidup ini. Namun, keberadaannya perlu waktu lama untuk bertemu. Pada riuhnya waktu, ada kalanya dia sering bercanda dengan rasa kehilangan. Senja kini, tengah duduk bersila seorang perempuan di tepi sungai kecil belakang rumahnya, tangan kanan itu sesekali menaburkan kelopak mawar di atas air hingga hanyut di dalam sana. "Maaf, Alifah. Aku telat. Sungai kecil, mawar, dan senja adalah ketenanganmu," ucap Yoga. Mendengar hal itu, Alifah tersenyum---kakak sepupunya ini memang selalu tahu dia di mana, meski pun Alifah tidak mengatakannya. "Aku butuh alam juga, Mas, untuk memaknai ketenangan selain mengadu ke pencipta-Nya," jawab Alifah. "Jawabanmu selalu logis, Alifah," balas Yoga. Lantas, dia duduk bersila di samping adiknya itu. "Apa rencanamu setelah ini, Cil?" "Mengungkap dan melepas semuanya, Mas Yog," sambung Alifah. "Tapi ... jangan pakai cara lama, ya, Fah? Itu terlalu berbahaya," sahut Kriska, yang tiba-tiba sudah duduk bersila di samping kiri Alifah. Kini, Alifah berada di tengah- tengah Yoga dan Kriska. "Tergantung," balas Alifah tersenyum tipis menatap langit yang semakin berwarna jingga itu. Balasan Alifah membuat Yoga dan Kriska tersenyum tipis juga sambil menatap langit itu. Mereka tahu, Alifah adalah perempuan yang sangat keras kepala bahkan kadar kenekatannya pun tidak bisa ditebak. Apakah tiga hal yang ada di atas tadi akan dilakukannya? Atau ... ada hal lain, selain itu?