1 6 . 4 0  [ ON GOING ]

1 6 . 4 0 [ ON GOING ]

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 8, 2026
Di SMA Ardhana Wijaya, ada satu aturan tak tertulis: jangan berada di sekolah setelah pukul 16.40. Bel sekolah akan berbunyi sendiri, memecah kesunyian gedung yang seharusnya kosong. Tidak ada yang bertanya. Tidak ada yang menjawab. Nara Aksani, siswi pindahan kelas 11, tanpa sengaja menarik delapan siswa lain ke dalam misteri lama tentang seorang murid yang namanya dihapus dari buku absen. Bersama-sama, mereka mulai menyadari bahwa setiap orang di sekolah menyimpan potongan rahasia yang saling terhubung. Semakin dekat mereka pada kebenaran, semakin jelas bahwa bukan hanya satu orang yang bersalah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hello, Mr. Mafia!
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Defiant [END]
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Shadow in the Lab
  • Bound to Him
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Fraktal Rahasia (Selesai)
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)

Arunika Sandyakala, gadis 22 tahun yang tengah menikmati healingnya di Italia, tepatnya di kota Roma, harus bernasib sial karena tiba-tiba diculik oleh beberapa pria berbadan besar dan di sekap di ruang bawah tanah. Dia mengumpati nasib sial yang menimpanya. Kenapa harus berakhir sial menjadi tawanan salah tangkap? Bukannya takut hidupnya berakhir begitu saja di hadapan pria yang menjadi ketua Mafia terbesar di daratan Eropa itu, Arunika malah mengumpati pria pertengahan 30 tahun itu sejadi-jadinya. Matteo, pemimpin Mafia terkenal di daratan Eropa itu cukup takjub dengan gadis yang mengaku korban salah tangkap oleh bawahannya. Dia cukup takjub dengan keberanian Arunika yang meludahinya sembari mengumpat dengan suara melengking khas gadis itu, membuat telinganya pengang selama beberapa detik. "Kau salah tangkap bajingan! Lagi pula untuk apa aku menjadi mata-mata Mafia mu? Not my style sekali, tuan!" ••• This is my first story, don't plagiaze it!

More details
WpActionLinkContent Guidelines