Tenang yang kau ajarkan

Tenang yang kau ajarkan

  • WpView
    Reads 4,529
  • WpVote
    Votes 310
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 5, 2026
Utamakan follow sebelum membaca⚠️ Ayara Nadhira tumbuh menjadi gadis yang dikenal keras, liar, dan sulit dijangkau. Tidak banyak yang tahu, di balik sikapnya yang seolah menantang dunia, Ayara hanya terlalu sering belajar berdiri sendiri. Sunyi sudah menjadi teman, dan luka-luka kecil yang tak pernah selesai ia simpan rapi di dalam dirinya. Di sebuah tempat latihan memanah dan berkuda milik sang paman, hidup Ayara perlahan bergerak ke arah yang tak ia duga. Pertemuan demi pertemuan, kebiasaan-kebiasaan kecil, dan kehadiran orang-orang baru mulai mengusik ketenangan rapuh yang selama ini ia bangun sendiri. Seorang laki-laki datang tanpa banyak suara-tenang, dewasa, dan tak berusaha mengubah siapa pun. Ia tidak menawarkan janji, tidak pula memaksa Ayara untuk menjadi versi yang lebih "baik". Ia hanya hadir, konsisten, dan diam-diam mengajarkan satu hal yang tak pernah Ayara miliki sebelumnya: rasa aman. "Tenang yang Kau Ajarkan" adalah kisah tentang luka yang tidak selalu harus diceritakan, tentang seseorang yang terlalu lama kuat sendirian, dan tentang cinta yang datang bukan untuk menyelamatkan, melainkan menemani.
All Rights Reserved
#951
cegil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Dangerous Deal S1-S2 (on going)
  • NINGRUM
  • Define the Relationship
  • Kembang Desa
  • EKSKALASI
  • Almost Married (On Going)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines