Maafkan Aku,Kak...

Maafkan Aku,Kak...

  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 9, 2026
Sejak kecil, ia terbiasa menjadi pusat perhatian. Kasih sayang, pelukan, dan perhatian orang tua selalu jadi miliknya. Sampai suatu hari, keluarganya mengadopsi seorang anak dari panti asuhan-yang kini menjadi kakaknya. Dan sejak saat itu, semuanya berubah. Ketika penyakit membuat sang kakak semakin lemah, perhatian orang tua pun perlahan berpindah. Bukan karena tak sayang, melainkan karena takut kehilangan. Namun bagi si adik, itu terasa seperti ditinggalkan. Amarah yang dipendam berubah menjadi pertengkaran. Rasa cemburu menutup rasa sayang yang sebenarnya masih ada. Hingga akhirnya, ia pergi dari rumah... tanpa tahu bahwa kepergiannya adalah sebuah perpisahan. Saat ia kembali, kabar itu datang. Terlambat. Dan penyesalan pun tak lagi punya waktu untuk diperbaiki. Sebuah cerita tentang keluarga, cemburu, dan cinta yang baru disadari setelah kehilangan.
All Rights Reserved
#424
ceritasedih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • BACKSTREET
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • Mission
  • REGAN's Crazy Wife
  • Chana's Transmigrasi
  • Drama di Pintu Kosan
  • Change The Plot (Niel)

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines