Rumah yang Terlambat Mendengar

Rumah yang Terlambat Mendengar

  • WpView
    Reads 421
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 13, 2026
Rumah itu tidak pernah benar-benar sunyi. Pagi hari selalu dimulai dengan denting sendok yang beradu, depan langkah yang terburu, dan suara Elena yaitu Sang Ibu yang memanggil nama anak-anaknya satu per satu-meski sering kali ada satu nama yang tertinggal di ujung lidah. Di ujung meja, Mahendra yaitu Sang Ayah adalah hakim yang tak banyak bicara, cukup dengan sebuah anggukan kecil untuk sebuah prestasi, atau keheningan dingin untuk sebuah kegagalan. Enam anak tumbuh di sana. Enam nyawa yang belajar mencintai dengan cara yang berbeda. Sagara belajar bahwa menjadi sulung adalah menjadi menjadi tiang yang tak boleh goyah. Racha belajar bahwa kemarahan adalah satu-satunya cara agar ia tidak dianggap tiada. Yoel belajar menukar identitas demi sepotong rasa aman. Reichi belajar bahwa kasih sayang hanyalah upah dari angka di atas kertas. Dan Sachiel, si bungsu, belajar bahwa kesedihan adalah sebuah pengkhianatan terhafap kebahagiaan keluarga. Lalu ada Jeandra. Jeandra tidak belajar apa-apa, selain cara untuk menghilang. Ia adalah dekorasi yang bernapas-ada, namun tak dianggap nyata. Ia hafal setiap nada kesedihan saudara-saudaranya, namun tak satu pun dari mereka yang mengenali frekuensi sakitnya. Rumah itu tak jahat, ia hanya terlalu sibuk memuja kesempurnaan sampai lupa bahwa di salah satu sudut kamarnya, ada detak jantung yang perlahan lenyap. Sebab, apa gunanya sebuah rumah besar yang megah, jika ia baru belajar mendengar justru saat suara itu tak lagi bisa menjawab ?
All Rights Reserved
#2
jaehee
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Binar Rembulan~Transmigrasi
  • Transmigrated as the Villainous Omega Prince [ END ]
  • The Grand Duke Obsession (END)
  • KENRA; Antagonis Pengganti
  • Perfect Antagonist (end)
  • When The Villain Looks at Me [END]
  • MORGAN
  • Terjebak Di Novel Psycopath
  • The Wicked Wife's Past Strikes Back
  • Perfect Mom, Perfect Wife ♧END♧

(Peringatan: sebelum baca cerita ini aku cuman mau ingetin, Binar Rembulan akan berbeda dari cerita lain. Di sini akan banyak ekspetasi kalian yang dipatahkan. Dibacanya pelan² aja biar ngerti karena kebanyakan gak paham sama alurnya apalagi yg gak beli pdf atau versi novelnya.) Bulan. Tidak sesuai namanya yang menggambarkan keindahan. Nyatanya kehidupan Bulan jauh dari kata itu. Selalu mendapat kekerasan fisik dari ayahnya membuat Bulan jadi enggan untuk hidup. Bermula dari sang ayah yang menyiksanya hingga berujung kepalanya bocor, Bulan jatuh tak sadarkan diri. Namun kejutan lain datang ketika ia membuka mata. Bukan Rumah Sakit atau alam baka, Bulan malah mengalami kejadian yang menurutnya sangat di luar nalar manusia. Ia bertransmigrasi ke dalam sebuah cerita yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan. Binar Rembulan. Adalah tokoh pendukung dalam cerita Possesive Ernest. Tokoh yang Bulan masuki sekarang. Demi menjaga agar alur tidak melenceng, Bulan harus berperan sebagai Binar Rembulan yang terkenal BUCIN setengah mampus kepada Ernest-pacar satu minggunya. 💫💫💫 "Eh, Pacarnya aku udah bangun. Nih, aku bawain bekal khusus buat Pacar lope-lope," "Tadaaa! Ayam rica-rica dengan bumbu kasih sayang yang meresap di setiap dagingnya ala Binar Rembulan. Dijamin hari Pacar akan berwarna seperti 7 pelangi setelah mencicipi bekal buatan Binar." 💫💫💫 "Hadiah ulang tahun pacar adalah...." Binar sengaja menggantungkan kalimatnya dengan maksud agar membuat Ernest penasaran. "Kita putus!!! Yeayy!!! Seneng gak seneng gak? Seneng dongkkk." 👉note👈 Mungkin akan terdapat beberapa dialog atau bahasa yang bercampur baku dan non baku. Mianhae kalo kalian merasa tidak nyaman. Rank: #1 [fantasi] #1 [dunia novel] #1 [klasik] #1 [fiksisejarah] #1 [cerita pendek] #1 [sma] #1 [fantasy] #1 [isekai] #1 [teenfiction] #1 [getaran] #1 [fiksi] #1 [komedi] #1 [obsesi] #1 [posesif] #1 [laga] #1 [getaran] #1 [aksi] #1 [petualangan] #1 [acak]

More details
WpActionLinkContent Guidelines