Tidak semua suara bisa didengar. Tidak semua cinta bisa dirasakan dengan mata. Ratri Maheswari hidup dengan prinsip kebebasan. Perempuan 27 tahun itu menolak semua aturan keluarga ningratnya yang selalu menuntut kesempurnaan. Baginya, hidup adalah tentang memilih jalan sendiri, bukan mengikuti garis takdir yang sudah disiapkan orang lain. Namun semuanya runtuh saat ia dipaksa menikah dengan seorang lelaki keturunan keraton Surakarta bernama Arkana Jayeng Prawira, pria berusia 24 tahun yang kehilangan penglihatannya akibat tragedi masa lalu. Arkana dikenal dingin, pendiam, dan terlalu dewasa untuk usianya. Ia hidup dengan luka yang tidak terlihat, sementara Ratri hidup dengan luka yang ia sembunyikan di balik tawa keras dan sikap keras kepala. Pernikahan yang awalnya hanyalah kewajiban keluarga berubah menjadi perjalanan yang memaksa mereka memahami arti kehilangan, pengabdian, dan cinta yang tumbuh tanpa diminta. Sebab terkadang, orang yang tidak bisa melihat... justru paling mampu memahami hati seseorang.
More details