Bumi Tanah Jawa

Bumi Tanah Jawa

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 7, 2026
●●● Enam sekawan ditugaskan untuk meneliti sebuah situs peninggalan sejarah yang ditemukan oleh Badan Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur. Sebuah situs peninggalan yang ada sejak zaman Kerajaan tersebut, akan dilestarikan dan menjadi cagar budaya dan situs nasional. Mereka berenam yang tergabung dalam Badan Arkeologi Yogyakarta harus pergi kesebuah desa tempat ditemukannya situs tersebut. Mereka tidak akan pernah menyangka, perjalanan yang mulanya sangat menyenangkan, berubah menjadi petaka dan terror yang tak berkesudahan yang meneror mereka semua. Enam sekawan tersebut dipaksa mencari, bukan hanya tentang Sejarah situs peninggalan, tapi juga mencari jawaban atas misteri yang menghantui mereka selama berada di desa tersebut. ●●● #Februari2026 copyright,horormisteri2026©️hanasya__
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dendam Kenanga
  • Daddy's Little Babby
  • My Twins [On Going]
  • Got dropped into a ghost story, still gotta work (1-200)
  • DESA PININGIT
  • GANJIL
  • Teror Setan
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • Terperangkap dalam Gelap (EOS) -TAMAT-
  • Anjing Serigala Kecil Telah Tiba

Kenanga, kembang desa yang kecantikannya laksana cahaya bulan. Ia tak pernah tau, pesona yang dianugerahkan padanya adalah kutukan. Senyum manisnya menjadi duri yang menusuk hati para perempuan, sementara bening matanya bagai jerat para lelaki berlidah manis dan berhidung belang. Di balik lirikan dan bisikan, tersimpan nafsu yang mengendap, bercampur dengan dengki yang membara. Hari demi hari, langkah Kenanga diiringi bahaya yang mengintai, makin mendekat dan menunggu saat yang tepat. Hingga suatu malam, di bawah langit pekat, ia dijebak dan diseret ke tempat di mana teriakan tak akan pernah sampai ke telinga siapa pun. Tubuhnya diperlakukan tanpa belas kasih, suaranya terhenti dalam cekikan ketakutan, dan hidupnya direnggut dengan cara yang tak pantas bagi siapa pun. Namun, kematian bukanlah akhir bagi Kenanga. Dari tanah basah yang memeluk jasadnya dan tebaran bunga kenanga yang layu di pusaranya, bangkit dendam yang tak terbendung. Bagi mereka yang pernah menyakitinya, malam-malamnya tak akan pernah sunyi lagi-sebab bisikan kematian kini berjalan di sisi mereka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines