"Di balik dinginnya kopi hitam Arlan, ada manisnya susu kotak Ghea yang harus ia pertahankan mati-matian."
Arlan Praditya adalah personifikasi dari ketenangan yang mematikan. Sebagai kapten basket berjuluk "Mas Kopi Hitam", hidupnya hanya seputar lapangan, strategi, dan ketenangan yang ia jaga rapat-rapat. Namun, benteng itu runtuh saat Ghea Adelardo—si gadis ceria yang ia panggil "Neng Sapi"—nekat menguncir rambutnya dengan pita merah jambu di tengah lapangan.
Bagi Arlan, Ghea adalah gangguan manis yang tidak bisa ia tolak. Namun bagi dunia luar, Ghea adalah target.
Raka, pemimpin geng motor Wild Road, tidak membiarkan Arlan memiliki apa yang tidak bisa ia dapatkan. Melalui satu foto editan yang viral di Facebook, sebuah fitnah keji disebar, menghancurkan martabat Ghea dalam semalam. Gadis itu tidak hanya kehilangan nama baiknya di sekolah, tapi juga kepercayaan keluarganya sendiri. Diusir, dikucilkan, dan dipaksa masuk ke dalam jaring pertunangan berdarah, Ghea berada di titik nadir keputusasaannya.
Saat semua orang berpaling, Arlan tetap berdiri di sana—kali ini bukan dengan bola basket, melainkan dengan tim "intel" jalanan dan kepalan tangan yang siap menghantam siapa saja yang menyentuh gadisnya.
Namun, apakah keberanian seorang kapten basket dan kuncir pita pink cukup untuk melawan kekuasaan Wild Road yang merayap hingga ke dalam rumah Ghea? Saat kebenaran mulai terungkap, sebuah rahasia besar tentang kebangkrutan keluarga Adelardo mengancam akan memisahkan mereka selamanya.
Ini bukan sekadar cerita tentang cinta remaja. Ini tentang perlawanan terhadap fitnah, kesetiaan yang diuji di bawah lampu jalanan, dan janji seorang pria dingin untuk menjaga satu-satunya kehangatan yang ia miliki.
All Rights Reserved