Hari ini, Lumayan

Hari ini, Lumayan

  • WpView
    GELESEN 1
  • WpVote
    Stimmen 1
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Feb. 7, 2026
Wendy Adrian Wijaya. Aku. Iya, aku. Manusia. Di gemerlap lampu yang gemilang. Aku tak pernah jadi lampunya, mungkin- hanya jadi tiang? Peran pembantu. Miris, sudah biasa, tak pernah ada yang pernah benar-benar singgah di hidupku. Karena kita manusia, punya egonya masing-masing. Tanpa ambisi, tanpa kisah menawan. Hanya seorang manusia yang hidup segan mati pun tak mau. Tetapi jikalau ada satu saja kesempatan. Akupun takkan menyiakannya. Hidup itu sama seperti berjalan di atas pecahan kaca. Ada bayaran setimpal, kaki yang terluka.
Alle Rechte vorbehalten
#15
masihpemula
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • ATMA FATAMORGANA
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • Dua Langit Berbeda
  • My Step Mom? [END] ✔️
  • Stealing My Husband
  • The Place You Left Me (Menuz) [END]
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • Unexpectedly Yours
  • MOTHER
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)

"Jadilah seperti lumut: ada, tapi tidak terlihat, dan kalau bisa jangan diinjak." Itulah moto hidup Sevanja Nandhira. Sebagai mahasiswi Seni Rupa di Universitas Brahmana yang isinya anak-anak sultan, Sevan lebih memilih menjadi "Cewek Suram" yang hobi begadang demi deadline gambar daripada harus bersosialisasi. Strateginya sederhana yaitu hindari keramaian, gunakan jalur tikus, dan tetap berada di luar Radius Seratus Meter dari orang-orang populer. Terutama dari Adiaksa Ranjaya Jasvanta. Aksa adalah segalanya yang Sevan hindari karena tinggi 185, bintang Ice Hockey, salah satu mahasiswa terkenal orang terkaya di kampus yang dijuluki Vanguard, dan memiliki aura "lampu sorot" yang menyilaukan. Bagi Sevan, Aksa adalah intimidasi visual dan gangguan dalam hidupnya. Lari cepat setiap kali melihat ujung jaket hoki Aksa adalah olahraga wajib. Namun, Sevan tidak tahu satu rahasia besar. Aksa bukan sekadar cowok populer yang iseng. Aksa adalah kolektor rahasia dari karya-karya digital anonim milik Sevan yang sangat emosional. Baginya, Sevan bukan sekadar "gadis berantakan" yang hobi kabur. Sevan adalah pelukis hantu yang selama ini ia kagumi karyanya. Kini, sang Forward tim hoki itu telah mengunci targetnya. Bukan di lapangan es, melainkan di lorong-lorong sempit fakultas seni. Dimulai dari satu krat susu coklat hingga aksi kejar-kejaran absurd yang bikin heboh satu kampus, Aksa bertekad menembus zona nyaman Sevan yang sekecil kotak pensil itu. Sanggupkah Sevan mempertahankan jaraknya, atau justru ia akan terjebak dalam pesona "Beruang" yang ternyata tidak se-polos kelihatannya? ~~~ DILARANG PLAGIAT (⁠ノ⁠`⁠Д⁠'⁠)⁠ノ⁠彡⁠┻⁠━⁠┻ pernah di unpublish karena di revisi. #01 teenfiction [ 20 Maret 2026] #01 absrud [ 20 Maret 2026] #01 gambar [ 20 Maret 2026] #01 fiksi [31 Maret 2026] #02 komedi [ 20 Maret 2026]

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien