Cinta Yang Tak Pandai Diucapkan

Cinta Yang Tak Pandai Diucapkan

  • WpView
    LECTURAS 36
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, abr 25, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
Rey adalah seorang siswa SMK yang dikenal pendiam dan tertutup. Hari-harinya dipenuhi rutinitas sederhana: belajar, praktik, lalu pulang tanpa banyak bergaul. Rey bukan tipe orang yang pandai merangkai kata atau mengungkapkan perasaan lewat kalimat manis. Namun di balik sikap tenangnya, tersimpan rasa cinta yang tumbuh perlahan dan tulus untuk pacarnya, Anisa. Hubungan mereka berjalan di antara salah paham, kecemburuan kecil, dan jarak emosional yang sering muncul karena Rey lebih sering memilih diam daripada menjelaskan perasaannya. Anisa terkadang merasa ragu dan bertanya-tanya, apakah Rey benar-benar mencintainya atau hanya sekadar menjalani hubungan tanpa perasaan yang jelas. Meski begitu, Rey selalu menunjukkan cintanya dengan cara sederhana-melalui perhatian kecil, kesetiaan, dan kehadirannya di saat Anisa membutuhkan. Ini adalah kisah tentang seseorang yang mencintai dengan caranya sendiri, meskipun hatinya sering kalah oleh lidah yang tak pandai mengucapkan kata cinta.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • Salah Status [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido