Musim Dingin Elvala

Musim Dingin Elvala

  • WpView
    LECTURAS 14
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, feb 10, 2026
Elvala Marijke Noorderlicht pernah hidup dalam dunia yang hangat. Rumah yang ramai, tawa yang utuh, dan kota kecil yang selalu terasa aman. Namun, segalanya runtuh ketika kesalahan sang papa menyeret keluarganya ke dalam kehilangan, hinaan, dan pengucilan. Di usia yang masih terlalu muda untuk memahami luka, Elvala dipaksa belajar tentang sunyi, tentang ditinggalkan, dan tentang bertahan. Di tengah dinginnya Padang Panjang, Elvala menemukan satu tempat pulang: sebuah buku kecil. Di sanalah ia menulis mimpi, ketakutan, rindu, dan harapan yang tak pernah berani ia ucapkan. Pertemuannya dengan Nalar memberinya cahaya kecil di tengah gelap. Namun, jarak, waktu, dan keadaan kembali menguji hatinya. Saat dewasa datang bersama anxiety, rasa tidak pantas, dan kelelahan jiwa, Elvala harus memilih: menyerah pada musim dingin hidupnya, atau menuliskannya menjadi kekuatan. Musim Dingin Elvala adalah kisah tentang kehilangan, cinta yang diam-diam, luka yang tak terlihat, dan keberanian untuk tetap hidup melalui aksara.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time
  • EVANESCENT

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido