"Di dunia ini, hanya ada dua pilihan: menjadi pemangsa atau menjadi jarahan. Dan aku baru saja jatuh ke pelukan pemangsa yang paling haus darah."
Malam itu seharusnya menjadi malam perayaan tiga tahun hubungan Aura Adeline. Namun, yang ia temukan di apartemennya bukanlah kejutan manis, melainkan pemandangan menjijikkan dari tunangannya, Rian, yang sedang bercumbu dengan sahabatnya sendiri. Hancur dan terhina, Aura melangkah ke sebuah klub eksklusif bernama The Abyss-tempat di mana hukum moral tidak berlaku.
Berniat melakukan pelarian satu malam untuk menghapus rasa sakitnya, Aura jatuh ke pelukan pria asing dengan tatapan sedingin badai musim dingin. Ia tidak tahu bahwa pria itu adalah Xavier Vercelli, sang "Untouchable King" yang memimpin organisasi mafia terbesar di negeri ini.
Pagi harinya, Aura terbangun di sebuah kastil megah yang menjadi penjara emasnya. Ia segera menyadari kesalahan fatalnya: Xavier bukanlah pria yang bisa ditinggalkan begitu saja. Bagi Xavier, apa yang sudah ia tandai adalah miliknya selamanya.
Namun, kenyataan pahit kembali menghantam Aura. Rian ternyata telah menjadikannya taruhan dalam meja judi ilegal demi melunasi utang-utang besarnya pada Xavier. Sekarang, Aura bukan lagi seorang wanita bebas. Ia adalah "aset" berharga milik sang Raja Mafia.
Terjebak dalam obsesi gelap Xavier, Aura harus belajar bertahan di dunia yang penuh dengan senjata, pengkhianatan, dan aturan darah. Di saat ia mulai melihat sisi lain dari Xavier yang terluka, ia harus bertanya pada dirinya sendiri: Apakah ia benar-benar terjebak, atau ia justru telah menemukan pelindung yang siap membakar dunia demi dirinya?
"Kau datang padaku untuk dihancurkan, Little Bird. Sekarang, jangan menangis saat aku menjadikanmu satu-satunya kelemahanku."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang