1. Keramat : Tanah Terkutuk

1. Keramat : Tanah Terkutuk

  • WpView
    LECTURAS 923
  • WpVote
    Votos 107
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, feb 14, 2026
KERAMAT SERIES : PART I Pipin, seorang pemuda yang bijak dan tenang bersama teman-teman nya, Kiki, Tian, Najib, Faisal, Dika, Rassel, dan Candra harus mengungkapkan kebenaran tentang tanah keramat yang di kabarkan memiliki kekuatan mistis. Tanah tersebut tidak boleh di injak oleh orang-orang dari luar, hanya orang yang beruntung saja yang bisa menginjakkan kaki di atas tanah tersebut. Pipin dan teman-temannya adalah orang yang terpilih, namun mereka tidak sendirian, ada sesuatu yang tengah mengintai dan ingin menggagalkan rencana Pipin dan teman-temannya. Bagaimana cara agar mereka bisa mengungkapkan kebenaran nya? @FLUENCYAULIA
Todos los derechos reservados
#101
najib
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Bound to Him
  • Shadow in the Lab
  • SHEA SANG FIGURAN
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Hello, Mr. Mafia!
  • (END) Setting the Path of Life - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Fraktal Rahasia
  • Defiant [END]

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido